bisnis

Saudi akan privatisasi semua bandar udara tahun ini

Swastanisasi pertama dilakukan terhadap Bandar Udara Raja Khalid di Riyadh.

09 Agustus 2017 10:51

Kepala GACA (Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi) Abdul Hakim at-Tamimi bilang pemerintah Arab Saudi akan memprivatisasi seluruh bandar udara di negara Kabah itu.

Strategi swastanisasi GACA bertujuan memindahkan kepemilikan semua bandar udara di Arab Saudi, dari the Saudi Civil Aviation Holding Co. kepada PIF (Dana Investasi Publik), lemvaga investasi milik pemerintah Saudi.

"Privatisasi ini bertujuan untuk meningkatkan layanan bagi penumpang dan mengubah sektor-sektor disasar menjadi sumber keuntungan buat menutup biaya operasi dan menjadi sumber pendapatan bagi pemilik," kata At-Tamimi kepada surat kabar Al-Iqtisadiyah.

Dia menambahkan swastanisasi bandar udara di Arab Saudi itu akan dilakukan dengan tiga cara. Pertama, menjual saham bandar udara kepada sebuah perusahaan, seperti dilakukan terhadap Bandar Udara Internasional Raja Khalid di Ibu Kota Riyadh. Kemudian direksi dibentuk dan mempunyai kewenangan dalam manajemen.

Metode kedua adalah menberikan kewenangan operasi dan pemeliharaan. Skema ini sudah dijalankan di Bandar Udara Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah.

Di skema kedua ini, GACA bakal menjadi sponsor utama dalam pelaksanaan proyek dan pendapatannya dibagi dengan investor. 

Cara ketiga adalah BTO (bangun, operasi, transfer). Skema ini dilakukan terhadap Bandar Udara Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah, bandar udara di Taif, Hail, Qassim, dan Yanbu.

Dalam metode ini, investor akan menjadi sponsor utama proyek dan menanggung para pekerja. Pendapatan bandar udara dibagi dengan GACA.

At-Tamimi mengatakan privatisasi akan dirampungkan dalam beberapa tahap. "GACA bakal menjadi pengatur sekaligus pengawas sektor penerbangan di tahap berikutnya, selama proses privatisasi berjalan," ujarnya.

Arab Saudi telah menyewa Goldman Sachs untuk mengelola penjualan saham Bandar Udara Raja Khalid, privatisasi pertama terbesar di negara Kabah tersebut.

 

 

Proyek milik Qatargas, pengekspor gas alam cair terbesar di dunia. (qatargas.com)

Qatar siap kucurkan US$ 1 miliar buat PLTG dan proyek gas di Indonesia

Kerja sama dengan Qatar sebenarnya telah mulai terealisasi. Di antaranya melalui investasi Nebras Power di PT Paiton Energy senilai US$ 1,3 miliar.

Infrastruktur milik Qatargas, produsen gas alam cair terbesar di dunia milik pemerintah Qatar. (Arabian Oil and Gas)

Indonesia akan beli gas dari Qatar seharga US$ 7 per MMBTU

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

CEO Aramco bilang IPO di semester kedua 2018

IPO Aramco diyakini bakal menjadi yang terbesar di dunia dan dapat meraup dana sekitar US$ 100 miliar.

Pesawat milik maskapai Saudi Arabian Airlines. (Al-Arabiya)

Saudia Airlines buka rute ke Baghdad mulai Senin pekan depan

Flynas sudah memulai penerbangan ke Baghdad pekan lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Qatar siap kucurkan US$ 1 miliar buat PLTG dan proyek gas di Indonesia

Kerja sama dengan Qatar sebenarnya telah mulai terealisasi. Di antaranya melalui investasi Nebras Power di PT Paiton Energy senilai US$ 1,3 miliar.

24 Oktober 2017

TERSOHOR