IQRA

Turki Sehabis Kudeta (2)

Kado Tuhan

Timnya Erdogan tengah sibuk menulis legenda kudeta gagal pada 15 Juli.

28 Juli 2016 17:35

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut kudeta gagal itu sebagai kado dari Tuhan, sebuah anugerah kini membuat dia bebas membungkam lawan-lawan politik dan para pengkritiknya.

Pemerintahnya telah mengklaim sekelompok kecil dalam militer Turki bertanggung jawab atas usaha penggulingan dirinya. Namun Erdogan juga menuding Fethullah Gulen, ulama Turki dulu merupakan sekutu dekatnya dan telah menetap di Amerika Serikat sejak akhir 1990-an, sebagai dalang kudeta.  

Tidak lama setelah kudeta gagal Jumat dua pekan lalu itu, rezim Erdogan mulai melakukan pembersihan mengerikan. Lebih dari dua ribu tentara ditangkap dan puluhan ribu pegawai negeri dipecat. Di antara mereka termasuk 36.200 guru dan pejabat di Kementerian Pendidikan, delapan ribu polisi dan hampir tiga ribu hakim, sebagian besar dari mereka diduga pengikut Gulen. Sebanyak 47 gubernur dan dekan-dekan di semua universitas dipaksa berhenti. Akademisi dan ilmuwan dilarang meninggalkan Turki.

Dalam beberapa tahun belakangan, kian sulit bagi rakyat Turki buat mengkritik Erdogan, di mana kaum intelektual dan wartawan telah ditangkap serta surat-surat kabar milik kelompok oposisi ditutup. Erol Onderoglu, perwakilan Reporters without Borders di Turki, bilang jurnalisme investigasi kemungkinan tidak akan muncul dari media besar di negara itu. Tekanan negara teramat hebat dan kepentingan ekonomi antara media dan pemerintah kian terjalin erat.

Sekarang setelah kudeta gagal, apa yang tersisa dari oposisi publik bakal lenyap sama sekali. Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah memblokir lusinan situs kecil dan media independen. Sedangkan stasiun televisi dan radio bersifat kritis tidak siaran lagi. "Siapa saja tadinya mengira Erdogan bisa menjadi rekan untuk menciptakan kebebasan dan rekonsiliasi sekarang harus melupakan harapan itu selamanya," kata Onderoglu.

Pemerintah mungkin akan segera meluncurkan sebuah upaya lanjutan buat menghapus demokrasi. Setelah tiga periode menjadi perdana menteri, Erdogan terpilih sebagai presiden pada 2014. Sejak saat itu, dia berusaha keras mengenalkan sistem presidensial, secara formal bakal menjamin dia memiliki kekuasaan hampir tanpa batas.

Sejauh ini, semua usahanya ke arah sana gagal lantaran AKP (Partai Keadilan dan Pembangunan) dia pimpin belum menguasai mayoritas dua pertiga kursi di parlemen. Tapi dengan keberhasilannya menggagalkan kudeta militer, dia mungkin akan menggelar referendum untuk mengubah konstitusi atau menyerukan pemilihan umum paling cepat tahun ini.

Timnya Erdogan tengah sibuk menulis legenda kudeta gagal pada 15 Juli. Surat-surat kabar propemerintah dipenuhi kisah rakyat Turki tidak takut berdiri menantang tank dan mengorbankan nyawa mereka buat menegakkan demokrasi di Turki. Namun sejumlah detail di malam kudeta itu masih belum jelas, seperti siapa sebenarnya di belakang pemberontakan ini dan apa motif mereka.

Seorang penasihat Erdogan mengatakan kepada Spiegel, pemerintah berencana memecat sejumlah jenderal dan laksamana diduga terlibat gerakan Gulen pada Agustus tahun lalu. Kemungkinan itu adalah waktu persiapan menuju kudeta terjadi bulan ini.

Perintah untuk melancarkan pemberontakan diduga dikeluarkan oleh Jenderal Mehmet Dili, saudara kandung dari seorang anggota parlemen dari AKP. Satu orang kepercayaan Erdogan mengungkapkan para perencana tadinya ingin melancarkan kudeta pada Sabtu, 16 Juli, pukul tiga dini hari.

Namun badan intelijen Turki berhasil mengetahui rencana kudeta itu pada Jumat jam empat dini hari. Inilah membikin kudeta dilaksanakan lebih cepat dari rencana semula. Pada Jumat pukul sepuluh malam, rombongan pertama tank turun ke jalan-jalan di Ankara diikuti jet-jet tempur terbang rendah di atas ibu kota Turki itu. Para tentara kemudian memblokir jembatan Bosphorus di Kota Istanbul.

Kala itu, Mustafa Yeneroglu, anggota parlemen dari AKP, tengah duduk bareng lusinan politkus dari beragam partai di aula gedung parlemen. Yeneroglu besar di Kota Cologne, Jerman, anak dari pasangan asal Anatolia. Dia kuliah jurusan hukum. Hingga dua tahun lalu, dia bertindak sebagai pelobi buat Erdogan di Jerman sebagai kepala organisasi Islam Mili Gorus, sebelum menjadi anggota parlemen pada 2015.

Erdogan kian arogan setelah mendapat kado dari Tuhan.

Fethullah Gulen dan Recep Tayyip Erdogan semasa masih bersahabat. (Daily Mail)

Turki secara resmi minta Amerika tangkap Gulen

"Tapi kami perlu memenuhi persyaratan hukum sesuai aturan berlaku di negara kami," kata Biden.

Suasana di Turki setelah militer mengambil alih negara itu lewat kudeta. (Juli 2016)

Turki akan bebaskan 38 ribu tahanan karena penjara kelebihan penghuni setelah kudeta

Keputusan itu berlaku bagi pelaku kejahatan sebelum 1 Juli 2016.

Sekitar 40 ribu warga Jerman berdarah Turki berunjuk rasa mendukung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Kota Cologne, Jerman, 31 Agustus 2016. (Breit Bart)

Jerman larang siarkan pidato Erdogan

Hubungan kedua negara memang memburuk setelah Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan keprihatinan mendalam atas bersih-bersih ala Erdogan.

Suasana di Turki setelah militer mengambil alih negara itu lewat kudeta. (Juli 2016)

Balas dendam Erdogan

Lebih dari itu, dia ingin melaksanakan balas dendamnya untuk kian memperkuat kekuasaannya. Sehabis kudeta gagal itu, dia kini telah menjelma sebagai diktator.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Jatah fulus negara bagi keluarga Bani Saud

Pangeran Al-Walid bin Talal pernah bilang pendapatan dari satu juta barel minyak per hari masuk ke dalam anggaran rahasia di bawah kontrol raja dan beberapa pangeran.

19 Maret 2017
Kerajaan emas hitam
11 Maret 2017
Universal dan merusak
06 September 2016

TERSOHOR