kabar

Erdogan sebut isolasi atas Qatar melanggar ajaran Islam

Arab Saudi, UEA, Bahrain, Mesir, dan Yaman Senin pekan lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

14 Juni 2017 13:11

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut isolasi dilakukan sejumlah negara Arab tetangga terhadap Qatar merupakan tindakan melanggar ajaran Islam.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Mesir, dan Yaman Senin pekan lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka beralasan negara Arab mungil itu menyokong terorisme.

Arab Saudi, UEA, dan Bahrain juga memberlakukan blokade darat, laut, dan udara atas Qatar.

"Kesalahan terbesar tengah dilakukan pada Qatar. Mengisolasi sebuah negara di semua sektor adalah tidak manusiawi dan melanggar ajaran Islam," kata Erdogan di hadapan anggota AKP (Partai Keadilan dan Pembangunan) dia pimpin. "Isolasi itu mirip sebuah hukuman mati telah dijatuhkan bagi Qatar."

Sejak blokade atas Qatar berlaku, Turki mengambil posisi mendukung negara terkaya sejagat itu. Makanan dan minuman asal Turki sejak minggu lalu sudah memasuki pasar Qatar, buat menggantikan impor dari Arab Saudi dan UEA.

Erdogan mendesak Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz untuk segera bertindak mengakhiri konflik diplomatik itu.

Penyair asal Qatar Muhammad bin Futais al-Marri. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan penyair karena bela Saudi

Qatar bulan lalu mencabut status kewarganegaraan atas 55 orang dari suku Al-Murrah.

Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani pada 16 Agustus 2017 bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah, Arab Saudi. (Supplied)

Qatar tahan 20 pangeran membangkang terhadap emir

Menurut para pangeran tersebut, mereka ditahan sebab memiliki hubungan langsung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Snapchat blokir Al-Jazeera di Arab Saudi

Layanan Al-Jazeera di Snapchat itu tersedia di Arab Saudi sejak Mei lalu.

Kepala suku Al-Marri Syekh Talib bin Muhammad bin Lahum bin Syuraim. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan 55 orang dari suku Al-Marri

Qatar pernah mencabut kewarganegaraan lebih dari enam ribu orang dari suku Al-Ghufran pada 2005, juga tanpa alasan jelas.





comments powered by Disqus