kabar

Parlemen Mesir setujui penyerahan dua pulau kepada Saudi

Mesir dan Saudi meneken kesepakatan soal penyerahan Tiran dan Sanafir April tahun lalu.

15 Juni 2017 17:09

Parlemen Mesir kemarin menyetujui batas laut antara Mesir dan Arab Saudi, termasuk penyerahan pulau dua pulau kepada negara Kabah itu. 

Perjanjian soal penyerahan Tiran dan Sanafir, dua pulau tidak berpenghuni dan terletak di Laut Merah, itu ditandatangani saat Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz melakukan kunjungan kenegaraan ke Mesir April tahun lalu. Mesir dan Saudi waktu itu juga meneken sejumlah kesepakatan mengenai bantuan dan investasi senilai US$ 25 miliar.

Ketua parlemen Ali Abdilal mengumumkan persetujuan itu setelah pemungutan suara selesai.

Lampu hijau dari parlemen ini merupakan langkah terakhir sebelum Presiden Abdil Fattah as-Sisi meratifikasi perjanjian tersebut.

Dalam laporan resmi disampaikan di hadapan anggota parlemen Ahad lalu, pemerintah bilang Tiran dan Sanafir memang milik Arab Saudi dan Mesir tidak mempunyai kedaulatan atas kedua pulau tersebut.

 

 

Hotel Conrad di Ibu Kota Brussels, Belgia, tempat terjadinya penganiayaan dilakukan delapan puteri bangsawan dari Uni Emirat Arab terhadap 23 pembantunya pada 2007-2008. (europeanfinesthotels.com)

Delapan puteri bangsawan dari UEA divonis penjara karena aniaya pembantu

Syekha Hamda an-Nahyan dan ketujuh anak perempuannya memperlakukan 23 pembantu perempuan secara tidak manusiawi selama menyewa satu lantai hotel di Belgia pada 2007-2008.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Isolasi Qatar tidak ganggu rencana kunjungan Emir Qatar ke Indonesia

Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani dijadwalkan ke Indonesia Oktober tahun ini.

Situs Skype. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UEA blokir Skype

Layanan telepon suara dan video WhatsApp sempat aktif di UEA Kamis pekan lalu diblokir lagi.

Batas darat Arab Saudi dan Qatar. (arwcheek / Flickr)

Erdogan tolak tuntutan buat tutup pangkalan militer Turki di Qatar

Kerja sama militer Turki dan Qatar diteken pada 2014.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Delapan puteri bangsawan dari UEA divonis penjara karena aniaya pembantu

Syekha Hamda an-Nahyan dan ketujuh anak perempuannya memperlakukan 23 pembantu perempuan secara tidak manusiawi selama menyewa satu lantai hotel di Belgia pada 2007-2008.

26 Juni 2017
UEA blokir Skype
26 Juni 2017

TERSOHOR