kabar

Masjid di Abu Dhabi berganti nama jadi Masjid Maryam Ummu Isa

Pergantian dari nama Syekh Abu Zayid itu untuk mempromosikan toleransi.

16 Juni 2017 14:53

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) kemarin mengganti nama masjid di Ibu Kota Abu Dhabi, dari Syekh Muhammad bin Zayid menjadi Masjid Maryam Ummu Isa atau Maria Ibunya Yesus.

Kebijakan ini diambil untuk mempromosikan toleransi antar umat beragama. Perubahan nama masjid itu dilakukan atas perintah Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan.

Menteri Negara Urusan Toleransi UEA Syekha Lubna al-Qasimi bilang langkah tersebut menunjukkan kemanusiaan sejati dari Syekh Muhammad bin Zayid. Juga mencerminkan citra sejati dari toleransi dan koeksistensi ada di UEA.

Dia menambahkan masjid itu memang berlokasi di sebuah tempat di mana terdapat banyak rumah ibadah lainnya.

UEA Februari tahun lalu meresmikan Kementerian Toleransi. "Tujuannya untuk mempromosikan toleransi sebagai sebuah nilai fundamental dalam masyarakat UEA," kata Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum, Emir Dubai sekaligus Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA.

Hotel Conrad di Ibu Kota Brussels, Belgia, tempat terjadinya penganiayaan dilakukan delapan puteri bangsawan dari Uni Emirat Arab terhadap 23 pembantunya pada 2007-2008. (europeanfinesthotels.com)

Delapan puteri bangsawan dari UEA divonis penjara karena aniaya pembantu

Syekha Hamda an-Nahyan dan ketujuh anak perempuannya memperlakukan 23 pembantu perempuan secara tidak manusiawi selama menyewa satu lantai hotel di Belgia pada 2007-2008.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Isolasi Qatar tidak ganggu rencana kunjungan Emir Qatar ke Indonesia

Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani dijadwalkan ke Indonesia Oktober tahun ini.

Situs Skype. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UEA blokir Skype

Layanan telepon suara dan video WhatsApp sempat aktif di UEA Kamis pekan lalu diblokir lagi.

Batas darat Arab Saudi dan Qatar. (arwcheek / Flickr)

Erdogan tolak tuntutan buat tutup pangkalan militer Turki di Qatar

Kerja sama militer Turki dan Qatar diteken pada 2014.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Delapan puteri bangsawan dari UEA divonis penjara karena aniaya pembantu

Syekha Hamda an-Nahyan dan ketujuh anak perempuannya memperlakukan 23 pembantu perempuan secara tidak manusiawi selama menyewa satu lantai hotel di Belgia pada 2007-2008.

26 Juni 2017
UEA blokir Skype
26 Juni 2017

TERSOHOR