kabar

Mesir tahan dua mahasiswa Indonesia

Juni lalu, empat mahasiswa Indonesia ditangkap di Samanud dan dideportasi ke Indonesia.

11 Agustus 2017 06:58

Aparat keamanan Mesir sejak 1 Agustus lalu menahan dua mahasiswa Indonesia asal Sumatera Barat, Nurul Islami dan Muhammad Hadi. Keduanya kini mendekam di kantor Kepolisian Kota Aga, Provinsi Ad-Daqohliyyah.

Juni lalu, empat mahasiswa Indonesia ditangkap di Samanud dan dideportasi ke Indonesia.

Duta Besar Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzi semalam bilang sampai sekarang pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Kairo belum mendapat pemberitahuan resmi soal penahanan kedua mahasiswa Indonesia itu. Dia menambahkan pada 2 Agustus KBRI Kairo mengirim nota diplomatik ke Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri dan Dewan Keamanan Nasional Mesir untuk meminta penjelasan dan keberadaan keduanya.

Menurut Helmy, KBRI juga telah mengirim dua stafnya ke Samanud dan Aga, berdasarkan informasi tidak resmi berhasil didapatkan KBRI merupakan tempat penahanan kedua mahasiswa Indonesia ini. "Namun jangankan dapat bertemu dengan mahasiswa ditahan, KBRI meski telah berkunjung secara resmi tak memperoleh  informasi dari aparat keamanan setempat terkait keberadaan mereka," kata Helmy kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp.

Dia menjelaskan setelah mendapat konfirmasi informal kedua mahasiswa itu ditahan di kantor polisi Kota Aga, KBRI terus berkomunikasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri, Dewan Keamanan Nasional, dan aparat keamanan Mesir, serta mengirimkan pengacara untuk membebaskan mereka.

Lebih lanjut Helmy mengatakan KBRI telah mengimbau seluruh mahasiswa Indonesia untuk meninggalkan Samanud dan tidak lagi belajar ilmu agama dengan para ulama tak berafiliasi dengan Al-Azhar dan berseberangan dengan pemerintah Mesir. KBRI juga menawarkan bantuan untuk mengambilkan barang-barang milik mahasiswa Indonesia masih tertinggal di Samanud, tapi mereka menolak dengan alasan bisa mengambil sendiri.

Dia menjelaksan umumnya madrasah di Samanud dipimpin dan diasuh oleh para syekh tidak berafiliasi dengan Al-Azhar dan bahkan dinilai menentang pemerintah Mesir. Syekh Agung Al-Azhar Ahmad Muhammad Tayyib sudah pula mengimbau para mahasiswa meninggalkan Samanud dan tidak belajar ilmu agama dengan ulama bukan Al-Azhar di sejumlah madrasah di daerah tersebut.

Helmy bilang pihaknya belum mendapat informasi tuduhan dialamatkan kepada kedua mahasiswa itu.

Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani pada 16 Agustus 2017 bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah, Arab Saudi. (Supplied)

Buah mediasi Syekh Abdullah ats-Tsani

Dia adalah cucu dari emir ketiga Qatar Syekh Abdullah bin Jassim ats-Tsani. Ayahnya, Syekh Ali bin Abdullah ats-Tsani, adalah penguasa keempat Qatar dan abangnya, Syekh Ahmad bin Ali ats-Tsani, merupakan emir kelima Qatar.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz bersama mediator asal Qatar Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani. (Al-Arabiya)

Arab Saudi bentuk ruang layanan khusus buat warga Qatar

Semua ini dicapai berkat mediasi dilakoni Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arab News)

Amerika prihatin soal buruknya kebebasan beragama di Arab Saudi

Amerika juga menyoroti perlakuan buruk terhadap penganut Nasrani, Bahai dan kelompok minoritas lainnya di Iran.

Jamaah haji Qatar di perlintasan Salwa, satu-satunya perbatasan darat antara Arab Saudi dan Qatar. Perlintasan Salwa dibuka kembali pada 16 Agustus 2017 setelah ditutup sejak 5 Juni 2017 akibat pemutusan hubungan diplomatik kedua negara. (Al-Arabiya)

Arab Saudi siapkan tujuh pesawat untuk jamaah haji Qatar

Hingga kemarin sore, sudah 120 jamaah haji Qatar tiba di Arab Saudi mellalui perlintasan Salwa.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Buah mediasi Syekh Abdullah ats-Tsani

Dia adalah cucu dari emir ketiga Qatar Syekh Abdullah bin Jassim ats-Tsani. Ayahnya, Syekh Ali bin Abdullah ats-Tsani, adalah penguasa keempat Qatar dan abangnya, Syekh Ahmad bin Ali ats-Tsani, merupakan emir kelima Qatar.

20 Agustus 2017

TERSOHOR