kabar

Menteri Retno dan Raja Abdullah serukan persatuan negara-negara muslim

Keduanya sepakat meningkatkan kerja sama kedua negara dalam menanggulangi terorisme dan radikalisme.

06 Oktober 2017 10:37

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Rabu lalu bertemu Raja Yordania Abdullah bin Husain di Istana Al-Husainiyah, Ibu Kota Amman, Yordania. Dia didampingi oleh Duta Besar Indonesia untuk Yordania Andy Rachmianto.

Dalam pertemuan itu keduanya menyerukan persatuan di antara negara-negara berpenduduk mayoritas muslim untuk menyelesaikan tantangan dihadapi umat. Karena itu, toleransi dan saling pengertian dibutuhkan dalam berinteraksi antar negara. "Kenyataan saat ini banyak waktu dihabiskan  untuk membahas penyelesaian berbagai konflik diantara negara Islam," tutur kata Retno, seperti dilansir siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amman, diterima Albalad.co kemarin.

Menurut dia, Raja Abdullah mempunyai perhatian besar terhadap masalah terorisme, radikalisme, ancaman terhadap pluralisme, serta intoleransi, termasuk kekhawatiran terkait jihadis asing dan perkembangan regionalisasi kelompok terorisme, seperti di Marawi.

Raja Abdullah menyampaikan kesiapan Yordania berkerja sama, khususnya dalam hal tukar menukar informasi dan intelijen, program deradikalisasi, dan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum.

Retno berharap nota kesepahaman kerja sama penanggulangan terorisme dan radikalisme antara Indonesia dan Yordania dapat segera diselesaikan. Dalam kaitan ini, Raja Abdullah menyambut baik komitmen dan langkah Indonesia dalam upaya menanggulangi terorisme.

Terkait isu Palestina, sejalan dengan keprihatinan Indonesia, Raja Abdullah mengakui isu Palestina semakin kurang mendapat perhatian internasional, kecuali oleh tiga negara, yakni Palestina, Yordania, dan Indonesia. Untuk itu, perlu upaya bersama guna mengembalikan sentralitas masalah Palestina di agenda masyarakat internasional. Kedua negara memiliki komitmen sama dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Hal lainnya dibahas dalam pertemuan dengan Raja Abdullah mencakup komitmen kedua negara dalam meningkatkan perdagangan dan investasi, hubungan sosial budaya, dan meninjau kembali kerja sama melalui pelaksanaan Surat Keputusan Bersama Indonesia-Yordania di Amman awal 2018, akan dipimpin bersama antara Retno dan mitranya di Yordania.

Retno juga menyampaikan undangan Presiden Joko Widodo kepada Raja Abdullah untuk hadir sebagai pembicara utama di Forum Demokrasi Bali, digelar di Bali pada 7-8 Desember 2017. Undangan tersebut diberikan kepada Raja Abdullah lantaran perannya dalam memajukan pluralisme, toleransi, dan demokrasi.

"Yordania telah menjadi contoh di kawasan sebagai negara menjunjung tinggi toleransi, pluralisme, dan demokrasi," ujar Retno. .

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno mengajak Yordania untuk berbagi upaya-upaya terbaik dalam mengembangkan demokrasi sesuai dengan nilai dan kearifan lokal. Bagi Indonesia, Yordania merupakan salah satu mitra utama di kawasan ini dalam mempromosikan nilai-nilai dan prinsip demokrasi.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbicara dengan Menteri Luar Negeri Yordania Aiman Safadi, disaksikan Dura Besar Indonesia untuk Yordania Andy Rachmianto dalam pertemuan di Ibu Kota Amman, Yordania, 4 Oktober 2017. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri RI)

Menteri Retno: Yordania mitra alami dalam menyuarakan Islam rahmatan lil alamin

Retno dan Aiman setuju tidak ada penyelesaian dalam penyelesaian isu Palestina kecuali solusi dua negara.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad Muhammad at-Tayyib di Ibu Kota Kairo, mesir, 5 Februari 2017. (Kementerian Luar Negeri)

Imam besar Al-Azhar puji Islam damai disebarluaskan Indonesia

Saat ini ada sekitar 3.500 mahasiswa Indonesia berkuliah di Al-Azhar.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman soal pembentukan Koalisi Antiperdagangan Orang di kantornya, 23 Agustus 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dua mahasiswi Indonesia ditahan di Turki telah dibebaskan

Sedangkan Handika Lintang Saputra, ditahan di Gaziantep sejak 3 Juni lalu, belum dilepaskan.

Aparat imigrasi Filipina memeriksa 177 jamaah haji Indonesia memakai paspor palsu Filipina untuk berhaji di Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino di Ibu Kota Manila, 19 Agustus 2016. (Richie Lopa/Inter Aksyon)

177 calon jamaah haji Indonesia di Manila korban sindikat

Mereka berangkat melalui bandar udara Soekarno Hatta, Nunukan, Makassar, dan Sepinggan.





comments powered by Disqus