kabar

Lawat senyap emir Qatar

Pemerintah sengaja tidak membesar-besarkan kunjungan Syekh Tamim untuk tidak menyinggung Arab Saudi.

13 Oktober 2017 11:25

Hingga sepekan menjelang kedatangannya ke Indonesia, tidak ada kabar muncul di media konvensional apalagi di media sosial. Padahal ini bakal merupakan kunjungan pertama seorang pemimpin Qatar ke tanah air. 

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani dijadwalkan tiba Rabu pekan depan dan bakal diterima Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan di Bogor, Jawa Barat, dilanjutkan dengan pembicaraan bilateral.

Syekh Tamim juga akan menghadiri forum bisnis dengan lebih dari 150 pengusaha Indonesia, dilangsungkan di Hotel Ritz Carlton. 

Padahal tujuh bulan lalu, kaum muslim di Indonesia begitu gegap gempita menyambut lawatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. Berita persiapan kedatangan menghiasi media-media konvensional. 

Bahkan di media sosial sampai muncul kabar menyebutkan Raja Salman datang dengan rombongan seribu orang buat melunasi utang Indonesia. 

Spanduk menyambut kehadiran penguasa negara Kabah berusia 82 tahun itu dan bendera Arab Saudi bertebaran. Gedung Dewan Perwakilan Rakyat bersolek dan bahkan sampai menyiapkan kursi khusus agar Raja Salman bisa duduk nyaman meski akhirnya dia berpidato tidak sampai tiga menit.

Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung sampai berani sesumbar kedatangan raja ketujuh Arab Saudi mampu menggaet investasi senilai US$ 25 miliar, meski terbukti nihil. 

Warga bahkan rela berdiri di pinggir jalan dan diguyur hujan menyambut Raja Salman walau sang tamu tidak membuka jendela untuk melambai kepada tuan rumah yang antusias. Anak-anak sekolah juga diperintahkan berbaris di sepanjang jalan menuju Istana Bogor bak menyambut pahlawan pulang perang.

Tapi kehebohan itu tidak meruap menjelang lawatan Syekh Tamim. Seorang pengusaha Indonesia menolak ditulis namanya mengaku heran atas hal tersebut.

Padahal, dia menekankan, kunjungan Syekh Tamim bakal konkret dalam arti akan ada investasi digelontorkan di Indonesia. 

Seorang diplomat Timur Tengah bilang alasan pemerintah Indonesia tidak membesar-besarkan rencana kunjungan Syekh Tamim terkait Arab Saudi. "Pemerintah Indonesia tidak ingin membuat Saudi tersinggung," katanya kepada Albalad.co.

Maklum saja lawatan Syekh Tamim ke Indonesia berlangsung ketika hubungan Qatar-Arab Saudi memburuk. 

Arab Saudi bareng Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir sejak 5 Juni lalu memutus hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka beralasan negara kaya gas itu menyokong terorisme.

Arab Saudi, UEA, dan Bahrain juga memberlakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar. Blokade berlanjut setelah Qatar menolak 13 syarat buat menormalisasi hubungan.

Syekh Tamim tentu saja berkepentingan untuk memastikan lawatannya ke Indonesia tidak percuma. Meski kecil dalam jumlah delegasi, hanya 70 orang, dia ingin kehadirannya bermakna walau tidak ingar bingar. 

Presiden Joko Widodo dan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Istana Bogor, Jawa Barat, 18 Oktober 2017. (Twitter/@pramonoanung)

Presiden titip 30 ribu warga Indonesia kepada emir Qatar

Kedua negara meneken lima nota kesepahaman tentang pembentukan komisi bersama di bidang transportasi udara, pendidikan, kepemudaan dan olahraga, serta kesehatan.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani. (Twitter/@almayassahamad)

Emir Qatar tiba di Jakarta

Syekh Tamim besok pagi dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani. (Twitter)

Rombongan emir Qatar akan tiba di Soekarno Hatta Selasa malam

Syekh Tamim didampingi 43 penguasaha dan delapan menteri.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani saat berpidato di depan sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota New York, Amerika Serikat. (tamimhkalthani.com)

Emir Qatar akan menginap di Hotel Raffles

Raja Salman juga menginap di sana saat ke Jakarta Maret lalu.





comments powered by Disqus