kisah

Terganjal talak Qatar

Perempuan Saudi dan lelaki Qatar terancam gagal menikah jika konflik diplomatik terus berlanjut.

09 Juni 2017 16:35

Seperti lazimnya pasangan calon pengantin, Sarah dan Ibrahim tidak sabar menanti pernikahan mereka. Keduanya telah berencana melaksanakan akad pada 27 Juni, hari kedua Idul Fitri.

Tapi rencana perkawinan mereka bisa saja terganjal kalau konflik diplomatik di kawasan Arab Teluk berkepanjangan.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir dan Yaman Senin lalu memutuskan hubungan diplomaik. Mereka melakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar dengan alasan negara Arab mungil itu menyokong terorisme.

"Saya mengetahui kabar itu paginya saat bangun tidur untuk menjawab telepon dari tunangan saya," kata Sarah, perempuan berdarah Yaman tinggal di Kota Jeddah, kepada Arab News. "Dia bilang kepada saya kabar buruk itu bisa menggagalkan rencana pernikahan kami."

Sedangkan Ibrahim, warga Qatar berusia 23 tahun, baru akan terbang ke Saudi menjelang pesta pernikahan bakal digelar di Kota Taif.

Karena konflik diplomatik itu kian meruncing, Sarah dan Ibrahim menunda rencana pernikahan mereka.

Sarah, 20 tahun, dilahirkan dan dibesarkan di Arab Saudi. Dia tidak pernah mengunjungi Yaman.

"Arab Saudi satu-satunya negara saya ketahui dan sudah saya anggap kampung halaman sendiri," ujar Sarah. "Saya akan senang mengunjungi kampung halaman leluhur saya suatu jika keadaan Yaman lebih baik."

Bukan sekadar rencana pernimahan yang dibatalkan. Ibrahim dan kakak-kakak perempuannya tadinya akan terbang ke Saudi untuk merayakan ulang tahun Sarah pada 24 Juni.

Tapi mereka kayaknya juga tidak bisa datang. Hana, kakak Ibrahim berencana mengirim kado lewat pos. 

Ibrahim juga siap mengirim kue ulang tahun kepada tunangannya itu. "Saya tidak ingin dia merasakan ketidakhadiran saya di hari ulang tahunnya."

Meski begitu, Ibrahim dan Sarah menekankan situasi ini bakal membikin pernikahan mereka nantinya amat berkesan. 

"Saya tidak ingin terlalu romantis tapi kami akan menceritakan kepada anak-anak kami betapa sulitnya mewujudkan pernikahan ini," kata Sarah.

 

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar tarik US$ 20 miliar dari cadangan devisa buat dana penyangga ekonomi

Moody's bulan lalu menyebutkan Qatar sudah menyuntikkan US$ 38,5 miliar ke dalam perekonomiannya sejak krisis diplomatik meletup.

Kios fatwa dibangun Al-Azhar di sebuah stasiun kereta bawah tanah di Ibu Kota Kairo, Mesir. (Press TV)

Kedai fatwa di stasiun kereta

Al-Azhar juga menugaskan para ulamanya berceramah di kedai-kedai kopi dan teh di seluruh Mesir.

Penyair asal Qatar Muhammad bin Futais al-Marri. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan penyair karena bela Saudi

Qatar bulan lalu mencabut status kewarganegaraan atas 55 orang dari suku Al-Murrah.

Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani pada 16 Agustus 2017 bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah, Arab Saudi. (Supplied)

Qatar tahan 20 pangeran membangkang terhadap emir

Menurut para pangeran tersebut, mereka ditahan sebab memiliki hubungan langsung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Kedai fatwa di stasiun kereta

Al-Azhar juga menugaskan para ulamanya berceramah di kedai-kedai kopi dan teh di seluruh Mesir.

09 Oktober 2017
Minyak Saudi darah Rohingya
22 September 2017
Mati perlahan di Yaman
13 September 2017
Politisasi haji
30 Agustus 2017
Darah Mina tunggakan Saudi
28 Agustus 2017

TERSOHOR