kisah

Transfer Neymar dan sukses diplomasi Qatar

Kepindahan Neymar ke PSG ini merupakan sukses diplomasi Qatar dalam menghadapi tekanan dari Arab Saudi sekawan.

04 Agustus 2017 22:10

Ditemani presiden klub, Nasir Ghanim al-Khulaifi, pemain termahal sejagat Neymar Jr. diperkenalkan kepada para pendukung klub Paris Saint-Germain (PSG) hari ini di stadion kebanggaan Parc des Princes (Taman Pangeran).

Berseragam klub berwarna biru dan bernomor punggung 10, Neymar - baru dibeli PSG dari FC Barcelona seharga 198 juta pound sterling (sekitar Rp 3,4 triliun) - masuk ke lapangan disambut tepuk tangan riuh dari para penonton. Nilai transfer ini bisa membeli dua pesawat Boeing 737-800.

PSG, klub kepunyaan penuh Qatar Sports Investment sejak musim 2012, telah mengguncang dunia sepak bola dan sejarah manusia. Neymar kini menjadi pemain termahal di Bumi dan rasanya sulit buat mematahkan rekor itu.

Di PSG, Neymar dikabarkan akan memperoleh gaji US$ 53 juta setahun. Sedangkan ketika dibeli Barcelona dari Santos pada 2013 seharga US$ 120 juta, dia hanya mendapat gaji US$ 15,4 juta per tahun.

Sebagian pihak mengakui pembelian Neymar senilai Rp 3,4 triliun itu memang pantas. Di usianya baru seperempat abad, dia sudah mencetak 293 gol - (136 gol di Santos), 105 di Barcelona), dan (52 gol buat tim nasional Brasil). Manajer Manchester United Jose Mourinho menyebut harga segitu tidak mahal untuk permain sekaliber Neymar.

Nasir al-Khulaifi mengkaui pembelian Neymar menaikkan nilai PSG. "Sebelum Neymar (datang), nilai PSG US$ 1 miliar," katanya dalam jumpa pers bareng usai perkenalan Neymar kepada pendukung PSG. "Hari ini nilai PSG US$ 1,5 miliar."

Kehebohan perpindahan Neymar dari Barcelona ke PSG ini berhasil membikin orang lupa: Qatar tengah diblokade oleh empat negara Arab - Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir.

Keempat negara Arab itu sejak 5 Juni lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka beralasan negara Arab supertajir ini menyokong terorisme. Arab Saudi, UEA, dan Bahrain juga memberlakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar.

Qatar melawan dengan menolak 13 tuntutan dari Arab Saudi sekawan sebagai syarat menormalisasi hubungan. Melihat Qatar kukuh, tuntutan dikurangi menjadi enam saja dan Qatar tidak mengubah posisinya.

Pembelian fantastis atas Neymar ini sekaligus pesan Qatar kepada keempat negara Arab itu dan dunia: Qatar tidak terpengaruh oleh blokade.

Christopher Davidson, pengajar politik Timur Tengah di Universitas Durham, Inggris, bilang pembelian Neymar ini merupakan sebuah investasi oleh Qatar. "Ini membuktikan mereka masih memiliki fulus sangat banyak dan dana siap pakai," ujarnya.

Dia menekankan pembelian Neymar juga menunjukkan Qatar masih bergairah. "Qatar masih mempunyai pengaruh internasional dan masih sanggup menjadi aktor serius dalam sepak bola internasional," tutur Davidson.

Keberhasilan menggaet Neymar bukan saja prestasi buat PSG, namun juga berhasil mengangkat pamor Qatar di dunia internasional. Profil mereka kian berkilau karena pada 2022 bakal menjadi negara muslim pertama sebagai tuan rumah Piala Dunia.

Kepindahan Neymar ke PSG ini merupakan sukses diplomasi Qatar dalam menghadapi tekanan dari Arab Saudi sekawan.

Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani pada 16 Agustus 2017 bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah, Arab Saudi. (Supplied)

Buah mediasi Syekh Abdullah ats-Tsani

Dia adalah cucu dari emir ketiga Qatar Syekh Abdullah bin Jassim ats-Tsani. Ayahnya, Syekh Ali bin Abdullah ats-Tsani, adalah penguasa keempat Qatar dan abangnya, Syekh Ahmad bin Ali ats-Tsani, merupakan emir kelima Qatar.

Mata uang riyal Qatar. (Doha News)

Bank sentral Saudi bilang tidak ada perintah untuk berhenti bertransaksi dengan riyal Qatar

Arab Saudi bareng UEA, Bahrain, dan Mesir sejak 5 Juni lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz bersama mediator asal Qatar Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani. (Al-Arabiya)

Arab Saudi bentuk ruang layanan khusus buat warga Qatar

Semua ini dicapai berkat mediasi dilakoni Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.

Pusat belanja eksklusif Harrods di London merupakan milik Qatar. (Twitter)

Tolak seruan boikot, pangeran dari Dubai tetap kunjungi Harrods

Qatar membeli Harrods dari pengusaha Mesir Muhammad al-Fayad pada 2010 seharga hampir US$ 2 miliar.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Tantang rezim lenyap tiga pangeran

Dalam dua tahun terakhir, tiga pangeran asal Arab Saudi hilang diculik dan hingga kini tidak diketahui nasibnya, karena getol mengkritik rezim Bani Saud.

16 Agustus 2017
Sejarah Libanon di Palmyra
14 Agustus 2017

TERSOHOR