olahraga

Berkaus oblong bergambar emir, tim sepak bola Qatar terancam kena sanksi FIFA

Qatar mengalahkan Korea Selatan 3-2 dalam laga digelar di Doha Selasa lalu.

16 Juni 2017 20:31

Tim sepak bola Qatar terancam kena sanksi dari FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional) lantaran para pemainnya menggunakan kaus oblong bergambar Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani, sebagai bentuk dukungan atas blokade dilakukan terhadap negara itu.

Para pemain Qatar dalam pemanasan menjelang laga menghadapi Korea Selatan di Ibu Kota Doha Selasa lalu berkaus oblong bergambar emir. Bahkan gelandang Hasan al-Haidos membentangkan kaus tersebut ke arah penonton, setelah membobol gawang Korea melalui tendangan bebas di menit ke-25. Qatar memenangi laga kualifikasi Piala Dunia 2018 itu dengan skor 3-2.

FIFA melarang pesan agama atau politik dalam seragam tim dipakai pemain.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Mesir, dan Yaman Senin pekan lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka beralasan negara Arab mungil itu menyokong terorisme.

Arab Saudi, UEA, dan Bahrain juga melakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar tarik US$ 20 miliar dari cadangan devisa buat dana penyangga ekonomi

Moody's bulan lalu menyebutkan Qatar sudah menyuntikkan US$ 38,5 miliar ke dalam perekonomiannya sejak krisis diplomatik meletup.

Penyair asal Qatar Muhammad bin Futais al-Marri. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan penyair karena bela Saudi

Qatar bulan lalu mencabut status kewarganegaraan atas 55 orang dari suku Al-Murrah.

Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani pada 16 Agustus 2017 bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah, Arab Saudi. (Supplied)

Qatar tahan 20 pangeran membangkang terhadap emir

Menurut para pangeran tersebut, mereka ditahan sebab memiliki hubungan langsung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Snapchat blokir Al-Jazeera di Arab Saudi

Layanan Al-Jazeera di Snapchat itu tersedia di Arab Saudi sejak Mei lalu.





comments powered by Disqus