olahraga

Saudi akan luncurkan televisi olahraga untuk akhiri dominasi beIN Sports

BBS Sports ditargetkan memiliki sebelas saluran.

19 Juni 2017 09:47

Arab Saudi segera meluncurkan stasiun televisi olahraga terbesar (BBS Sports) untuk mengakhiri dominasi beIN Sports, jaringan televisi olahraga milik Qatar.

Chairman Saudi Media City Muflih al-Hafatah bilang televisi olahraga itu bisa ditonton gratis bila dibolehkan oleh hukum internasional. Dia menekankan saluran televisi olahraga kepunyaan Arab Saudi itu tidak akan menggunakan enkripsi.

"Awalnya akan diluncurkan satu saluran sebagai promosi dan di awal musim akan ada lima saluran," kata Hafatah. "Nanti secara bertahap akan meningkat menjadi sebelas saluran."

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain telah memblokir beIN Sports akibat konflik diplomatik dengan Qatar. Ketiga negara ini juga menerapkan blokade darat, laut, dan udara terhadap negara Arab mungil itu.

Arab Saudi, UEA, Bahrain, Mesir, dan Yaman sejak Senin dua pekan lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka beralasan Qatar menyokong terorisme.   

Mengutip pengacara asal Arab Saudi Majid Gharub, Gulf News melaporkan jaringan televisi olahraga dari Arab Saudi itu bakal menghentikan monopoli siaran beIn Sports atas Piala Dunia 2018 dan 2022, Piala Eropa, Piala Asia, Piala Afrika, dan kejuaraan olahraga lainnya.

Kantor berita DPA asal Jerman menyebutkan sebuah tim dari sepuluh negara Arab - Aljazair, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Irak, Yordania, Maroko, Libya, Bahrain, dan Oman - telah dibentuk untuk mempersiapkan peluncuran BBS Sports.

Televisi beIN Sports berkantor pusat di Ibu Kota Doha, Qatar, dibentuk pada 2012 dan memiliki sepuluh saluran.   

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar tarik US$ 20 miliar dari cadangan devisa buat dana penyangga ekonomi

Moody's bulan lalu menyebutkan Qatar sudah menyuntikkan US$ 38,5 miliar ke dalam perekonomiannya sejak krisis diplomatik meletup.

Penyair asal Qatar Muhammad bin Futais al-Marri. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan penyair karena bela Saudi

Qatar bulan lalu mencabut status kewarganegaraan atas 55 orang dari suku Al-Murrah.

Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani pada 16 Agustus 2017 bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah, Arab Saudi. (Supplied)

Qatar tahan 20 pangeran membangkang terhadap emir

Menurut para pangeran tersebut, mereka ditahan sebab memiliki hubungan langsung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.





comments powered by Disqus