olahraga

Qatar terancam batal gelar Piala Dunia 2022

"Situasi politik sekarang...tentu saja memungkinkan turnamen itu tidak bisa digelar di Qatar," ujar Cornerstone.

08 Oktober 2017 14:27

Gonjang ganjing kembali menggoyang Qatar, tuan rumah Piala Dunia 2022. Hasil penelitian perusahaan konsultan manajemen Cornerstone Global menyimpulkan Qatar terancam batal menggelar turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat itu. 

Dalam laporan berjudul Qatar in Focus: Is the FIFA World Cup 2022 in danger?, Cornerstone menyebutkan para diplomat Barat secara tertutup mengakui mereka tidak tahu apakah Piala Dunia 2022 bisa dilaksanakan di negara Arab supertajir tersebut. 

FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional) pada 2010 memilih Qatar sebagai negara muslim pertama akan menjadi tuan rumah Piala Dunia, meski muncul beragam kontroversi: dugaan suap dalam proses terpilihnya Qatar, perlakuan buruk terhadap tenaga kerja asing, dan suhu udara kelewat panas di negara ini.

"Ada banyak alasan atas hal ini, termasuk dugaan korupsi kian jelas dalam proses pemilihan dan pembangunan infrastruktur," kata Cornerstone dalam laporannya. 

Laporan itu menjelaskan Qatar tengah dalam tekanan berat untuk membatalkan rencana melangsungkan Piala Dunia 2022. Apalagi krisis politik dan diplomatik dengan negara-negara tetangga memunculkan sebuah gerakan oposisi di dalam negeri.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir sejak 5 Juni lalu memutus hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka beralasan negara kaya gas itu menyokong terorisme.

Arab Saudi, UEA, dan Bahrain juga memberlakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar. Isolasi berlanjut setelah Qatar menolak 13 syarat diajukan keempat negara Arab itu.

"Situasi politik sekarang...tentu saja memungkinkan turnamen itu tidak bisa digelar di Qatar," ujar Cornerstone.

Meski begitu, laporan tersebut menilai pembatalan Piala Dunia 2022 di Qatar dapat menimbulkan situasi berbahaya dan sukar diselesaikan. 

Cornerstone menyebutkan perusahaan-perusahaan konstruksi terlibat dalam proyek infrastruktur Piala Dunia 2022 mulai merasakan dampak dari blokade terhadap Qatar. Lima manajer proyek bilang ongkos pengerjaan meningkat 25 persen lantaran masalah logistik.

Menurut Cornerstone, sumber-sumber dalam proyek Piala Dunia 2022 mengungkapkan sejumlah anggota penyelenggara mengancam berhenti karena campur tangan berlebihan oleh para pejabat senior Qatar dalam soal pengeluaran dan dugaan korupsi. 

Hasan ath-Thawadi, sekretaris jenderal panitia Piala Dunia 2022, menegaskan tidak benar krisis diplomatik dengan negara-negara tetangga berakibat Qatar tidak siap menjadi tuan rumah.

"Proyek-proyek kami berjalan seperti dijadwalkan," tuturnya. "Blokade ini tidak berisiko terhadap penyelenggaraan Piala Dunia." 

 

Desain Stadion Ras Abu Abud, bakal dipakai dalam Piala Dunia 2022 di Qatar. (dcb-qa.com)

Qatar presentasi soal persiapan Piala Dunia 2022 kepada 150 pengusaha Indonesia

Ada delapan stadion bakal dipakai dalam Piala Dunia 2022.

Stadion Khalifah di Ibu Kota Doha, Qatar, buatan Arup. (arabianbusiness.com)

Negara Arab pemboikot minta FIFA batalkan penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022

Arab Saudi sekawan sejak 5 Juni lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Pohon sumbangan warga Qatar untuk ditanam di sekitar areal stadion Piala Dunia 2022. (SCDL)

FIFA sebut Qatar tidak layak ikut pemilihan tuan rumah Piala Dunia

FIFA tidak menemukan bukti kecurangan Rusia sampai akhirnya terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018.

Stadion Pelabuhan Doha di Ibu Kota Doha, Qatar. Ini salah satu stadion bakal dipakai untuk turnamen Piala Dunia 2022 di Qatar. (theguardian.com)

Bukti baru Qatar beli suara dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022

Asosiasi Sepak Bola Qatar memberi uang kepada tiga anggota Komite Eksekutif FIFA.





comments powered by Disqus