palestina

OKI dukung usul Indonesia buat beri perlindungan internasional bagi Al-Aqsa

"Apakah kita akan membiarkan kejadian seperti di Al-Aqsa terus berulang? Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," ujar Retno Marsudi.

01 Agustus 2017 22:14

Organisasi Konferensi Islam (OKI) hari ini menyatakan dukungannya terhadap usulan Indonesia untuk memberikan perlindungan internasional bagi kompleks Masjid Al-Aqsa, berlokasi di Kota Tua Yerusalem Timur, Palestina.

Sokongan itu diberikan dalam pertemuan luar biasa Komite Eksekutif OKI di Kota Istanbul, Turki. Rapat darurat OKI ini untuk membahas kekerasan dan pembatasan dilakukan Israel terhadap warga muslim Palestina ingin salat di dalam Al-Aqsa.

"Umat Islam harus bersatu dan mengambil tindakan konkret untuk membantu Palestina," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada pertemuan luar biasa Komite Eksekutif OKI tersebut, seperti dilansir dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri diterima Albalad.co. "Indonesia mengutuk keras pembatasan beribadah di Masjid Al-Aqsa dan kekerasan telah memakan korban."

Retno menegaskan kejadian di kompleks Masjid Al-Aqsa adalah refleksi dari kebijakan kekerasan melanggar hak asasi manusia dan dampak dari pendudukan ilegal Israel berkelanjutan di Palestina. "Apakah kita akan membiarkan kejadian seperti di Al-Aqsa terus berulang? Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," ujarnya.

Dia menekankan perlunya seluruh negara anggota OKI menggunakan berbagai forum, termasuk Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk memberikan tekanan kepada Israel agar mengubah kebijakan kekerasan diterapkan di Palestina dan mematuhi semua resolusi PBB terkait Palestina.

Selain itu, Retno mengusulkan agar OKI dapat segera meminta Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa untuk mengadakan pertemuan khusus membahas situasi pelanggaran hak asasi manusia di Al-Aqsa. "Insiden di Al Aqsa bukanlah yang pertama, namun merupakan bentuk kekerasan, pendudukan ilegal, dan tindakan melanggar hak asasi manusia harus dipertanggungjawabkan oleh Israel," tuturnya.

Lebih lanjut dia menegaskan Israel harus mengembalikan stabilitas dan memastikan status quo terhadap kompleks Masjid Al-Aqsa. Dalam kaitan ini, dia mengusulkan agar OKI mengambil langkah untuk memberikan perlindungan internasional terhadap kompleks Al-Aqsa.

"Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) harus secara kolektif mengupayakan perlindungan internasional terhadap komplek Al-Aqsa guna mencapai keamanan, perdamaian, dan stabilitas berkelanjutan di Kompleks Al-Aqsa dan Palestina,"  kata Retno.

Dalam pertemuan di Istanbul itu, Retno menegaskan kembali pentingnya digulirkan kembali perundingan perdamaian berdasarkan prinsip solusi dua negara.

Polisi Israel memasang alat pendeteksi logam di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa. (Sky News)

Pemuka Yahudi di Indonesia prihatin atas krisis Al-Aqsa

"Terowongan itu sudah ada sejak zaman Sulaiman dan bukan dibuat oleh Israel untuk merobohkan Masjid Al-Aqsa," ujarnya.

Situasi dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina. (Dokumentasi Albalad.co)

Indonesia serukan seluruh anggota OKI solid bela Al-Aqsa

"Sekarang sudah 50 tahun penjajahan terjadi di Palestina, namun kita masih belum berhasil membebaskan Palestina," ujarnya. "Oleh karena itu, kita ingin mengingatkan, kita tidak bisa menunggu 50 tahun lagi."

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Raja Salman mengklaim berjasa redam krisis Al-Aqsa

Padahal Israel selama ini selalu mengandalkan Yordania saban kali konflik Al-Aqsa meletup. Sebab Yordania melalui lembaga Waqf berwenang mengelola kompleks Al-Aqsa.

Polisi Israel memasang alat pendeteksi logam di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa. (Sky News)

Warga muslim Palestina kembali salat di Al-Aqsa

Polisi Israel sudah membongkar detektor logam dan kamera di pintu masuk Al-Aqsa.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Indonesia-Rusia sepakat terus upayakan terciptanya negara Palestina

Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa lima tahun lalu mengakui Palestina sebagai sebuah negara, namun hal ini ditentang oleh Amerika Serikat dan Israel.

10 Agustus 2017

TERSOHOR