palestina

Indonesia-Rusia sepakat terus upayakan terciptanya negara Palestina

Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa lima tahun lalu mengakui Palestina sebagai sebuah negara, namun hal ini ditentang oleh Amerika Serikat dan Israel.

10 Agustus 2017 05:40

Indonesia dan Rusia bersepakat akan terus mengupayakan terbentuknya negara Palestina merdeka dan berdaulat. Ksimpulan ini dicapai dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov kemarin di Jakarta.

"Kami meyakini pentingnya untuk tidak melemahkan upaya buat mendirikan negara Palestina dan memastikan persatuan Palestina," kata Lavrov menggunakan bahasa Rusia, dalam jumpa pers bareng usai pertemuan. "Rusia dan Indonesia telah melakukan banyak hal ke arah ini dan membantu mencari solusi untuk menjamin perdamaian, kedamaian, dan keamanan di Timur Tengah bagi semua negara, termasuk Palestina."

Palestina ingin mendirikan sebuah negara dengan wilayah meliputi Tepi Barat, Jalur Gaza, dan beribu kota di Yerusalem Timur. Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa lima tahun lalu mengakui Palestina sebagai sebuah negara, namun hal ini ditentang oleh Amerika Serikat dan Israel. kedua negara bersekutu ini menekankan negara Palestina hanya bisa diwujudkan melalui perundingan antara Palestina dan Israel.

Dia menambahkan Rusia dan Indonesia memiliki posisi sama dalam penyelesaian konflik di Suriah dan Irak, yakni berdasarkan hukum internasional, menghormati norma dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, melalui perundingan untuk mencari kompromi serta konsensus, dan tanpa campur tangan pihak asing.
 
Dalam bahasa Indonesia, Retno Marsudi lebih banyak menjelakan mengenai kerja sama Indonesia-Rusia. Dia bilang Indonesia dan Rusia pada 2003 telah menyepakati Deklarasi Bersama Persahabatan dan Kemitraan di Abad ke-21. Sebelum melakoni pertemuan tertutup kedua menteri luar negeri menandatangani dokumen kerja sama bertajuk Rencana Konsultasi antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia Tahun 2017-2019.

Dalam pertemuan selama sekitar satu setengah jam tersebut, Retno dan Lavrov menekankan pentingnya kedua negara untuk mulai membahas penguatan kemitraan dan persahabatan menjadi kemitraan strategis untuk mengantisipasi perkembangan dunia dengan selalu memajukan kerja sama bilateral di segala bidang.

Retno menjelaskan Indonesia dan Rusia sudah menjalin kerja sama di bidang keamanan dan sejauh ini kedua negara sudah tiga kali melakukan pertemuan membahas masalah keamanan, yakni pada 2015, 2016, dan 2017.

Dia menambahkan Indonesia dan Rusia juga sudah melakukan kerja sama dalam hal kontra terorisme. "Keinginan untuk meningkatkan kerja sama bilateral ini terefleksi saat kita berdua berbicara mengenai upaya untuk memperbarui kemitraan komprehensif sudah kita miliki pada 2003 menjadi kemitraan strategis," ujar Retno.

Di bidang ekonomi, lanjut Retno, Indonesia dalam dua tahun terakhir gencar melakukan promosi ekonomi melalui Festival Indonesia, dilangsungkan di Ibu Kota Moskow selama tiga hari. Festival ini mempresentasikan keunggulan Indonesia di sektor usaha kecil dan menengah, wisata, serta menggelar forum bisnis.

Dia menilai tanggapan dari masyarakat dan pengusaha Rusia sangat menjanjikan. Dia beralasan pengunjung yang hadir dalam Festival Indonesia di Moskow tahun lalu berjumlah 68 ribu dan tahun ini meningkatkan menjadi 91.600 orang.

Lebih lanjut Retno mengatakan wisatawan Rusia mengunjungi Indonesia juga naik sangat signifikan. Jumlahnya tahun lalu meningkat 22,5 persen dibanding 2015 dan bahkan dalam lima bulan pertama tahun ini, pelancong Rusia datang ke Indonesia meningkat lebih dari 62 persen.       

Retno menyebutkan pula nilai perdagangan Indonesia dan Rusia tahun lalu mencapai US$ 2,1 miliar, naik 6,33 persen ketimbang 2015. Dalam lima bulan pertama tahun ini, nilai perdagangan antara kedua negara sebesar US$ 1,12 miliar atau naik 54, 43 persen dibanding periode serupa tahun lalu, senilai US$ 726 juta.

Selama lawatannya di Jakarta, Lavrov meresmikan perwakilan tetap Rusia untuk ASEAN. Lavrov bakal melanjutkan kunjungannya ke Bangkok. Sebelum menuju Indonesia, dia melawat ke Manila, menghadiri pertemuan tahunan para menteri luar negeri ASEAN. 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan darurat Komite Eksekutif Organisasi Konferensi Islam di Kota Istanbul, Turki, 1 Agustus 2017. Pertemuan ini membahas kekerasan berlangsung di Masjid Al-Aqsa. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

OKI dukung usul Indonesia buat beri perlindungan internasional bagi Al-Aqsa

"Apakah kita akan membiarkan kejadian seperti di Al-Aqsa terus berulang? Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," ujar Retno Marsudi.

Polisi Israel memasang alat pendeteksi logam di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa. (Sky News)

Pemuka Yahudi di Indonesia prihatin atas krisis Al-Aqsa

"Terowongan itu sudah ada sejak zaman Sulaiman dan bukan dibuat oleh Israel untuk merobohkan Masjid Al-Aqsa," ujarnya.

Situasi dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina. (Dokumentasi Albalad.co)

Indonesia serukan seluruh anggota OKI solid bela Al-Aqsa

"Sekarang sudah 50 tahun penjajahan terjadi di Palestina, namun kita masih belum berhasil membebaskan Palestina," ujarnya. "Oleh karena itu, kita ingin mengingatkan, kita tidak bisa menunggu 50 tahun lagi."

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Raja Salman mengklaim berjasa redam krisis Al-Aqsa

Padahal Israel selama ini selalu mengandalkan Yordania saban kali konflik Al-Aqsa meletup. Sebab Yordania melalui lembaga Waqf berwenang mengelola kompleks Al-Aqsa.





comments powered by Disqus