bisnis

Dinilai tidak halal, Qatar tarik produk olahan daging asal Amerika

Produk-produk itu dilarang lantaran melanggar aturan pemotongan hewan sesuai ajaran Islam.

22 Oktober 2014 07:48

Qatar telah menarik sejumlah produk olahan daging asal Amerika dari supermarket-supermarket karena dianggap tidak halal.

Produk-produk hilang dari pasaran itu, yakni Sara Lee Cracked Pepper Turkey Breast, Ball Park Beef Franks, dan Hillshire Farm Turkey Lit’l Smokies. Barang-barang itu biasanya dijual di jaringan supermarket Carrefour, Lulu, dan Megamart.

Kementerian Kotamadya dan Perencanaan Perkotaan (Baladiya), lembaga mengawasi produk makanan dan toko-toko di Qatar, mengumumkan larangan itu kemarin. Mereka bilang produk-produk itu dilarang lantaran melanggar aturan pemotongan hewan sesuai ajaran Islam.

"Pengapalan produk olahan daging (asal Amerika) dibatalkan untuk memastikan mereka aman dikonsumsi dan buat melindungi kesehatan konsumen," kata Baladiya dalam pernyataan tertulisnya.

Seorang juru bicara Megamart mengatakan kepada Doha News, pihaknya tengah menunggu impor terbaru tengah ditahan di bea cukai lantaran larangan itu. Dia menambahkan Megamart sudah membahas masalah ini dengan Baladiya untuk menyelesaikan masalah ini segera. Sehingga mulai bulan depan mereka sudah bisa memasok produk diharamkan itu.

Memang perusahaan-perusahaan penghasil produk olahan daging itu tidak menyebutkan apakah barang-barang mereka halal.

Pada 2011 Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengumumkan aturan baru untuk mengimpor daging ke kawasan itu. Para eksportir wajib menyertakan sertifikat menyatakan hewan-hewanya dipotong secara islami.

Larangan ini menimbulkan pertanyaan dari sejumlah warga Qatar: apakah semua produk olahan daging mereka beli di Qatar benar-benar halal.

Menurut bagian pengawasan dan keamanan makanan di Departemen Pertanian Amerika Serikat, semua produk olahan daging diekspor dari negara itu ke Qatar wajib dilampiri sertifikat halal. Label ini bisa dikeluarkan oleh anggota dari perkumpulan organisasi Islam diberi wewenang secara resmi oleh pemerintah Qatar buat mengeluarkan sertifikat halal.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar dan UEA dua negara terbaik di dunia bagi ekspatriat perempuan

Sebanyak 88 persen ekspatriat perempuan merasa tinggal dan bekerja di Qatar menguntungkan secara finansial, 87 persen lainnya memilih UEA.

Kampus Texas A&M University di Education City, pinggiran Ibu Kota Doha, Qatar. (marhaba.qa)

Qatar bayar US$ 400 juta setahun buat biayai enam universitas Amerika

Texas A&M University at Qatar menerima dana terbesar.

Perusahaan Umum Listrik dan Air Qatar (Kahramaa). (qewc.com)

Qatar berlakukan denda bagi pemboros air dan listrik

Denda buat pemboros air Rp 71,7 juta, sedangkan yang membiarkan lampu luar menyala dari pagi sampai sore didenda Rp 35,8 juta.

Ibu Kota Doha, Qatar. (english.alarabiya.net)

Qatar siapkan proyek Rp 3.176,7 triliun buat sepuluh tahun

S&P memperkirakan pendapatan per kapita Qatar tahun ini Rp 1,2 miliar setahun.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi larang buruh bekerja saat siang

Teriknya surya membikin tiupan angin di sekitar lokasi tawaf membawa hawa panas terasa di wajah.

17 Juni 2018

TERSOHOR