bisnis

UEA besok luncurkan uang khusus orang buta

Pecahan 100 dan 50 dirham Emirat Arab itu menggunakan huruf Braile dan tanda khusus.

08 Maret 2015 11:34

Bank Sentral uni Emirat Arab (UEA) telah mengumumkan besok bakal meluncurkan dua jenis uang khusus bagi kaum tunanetra dan berpenglihatan lemah atau rabun.

Pecahan 100 dan 50 dirham Emirat Arab itu bakal dilengkapi huruf Braile dan bertanda khusus, seperti dilaporkan kantor berita WAM. Meski begitu secara keseluruhan rancangan dua pecahan dirham ini sama dengan yang beredar selama ini.

Langkah ini diambil untuk memberikan akses bagi orang-orang buta dan bermata rabun terhadap layanan perbankan.

Menteri Luar Negeri UEA Syekh Abdullah bin Zayid an-Nahyan tahun lalu meminta kepada bank sentral menggunakan huruf Braile di mata uang dirham Emirat Arab.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Gerai GraPARI kedua di Kota Madinah, Arab Saudi, diresmikan pada 18 Maret 2019. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

Telkomsel buka GraPARI kedua di Madinah

Di sela peresmian, diperkenalkan pula aplikasi Haji Pintar kini telah dilengkapi dengan fitur tombol panik sesuai usulan KJRI Jeddah tahun lalu.

The Bod 2, mesin cetak dimensi terbesar di dunia bikinan perusahaan asal Denmark, Cobod International. (Cobod)

Perusahaan Arab Saudi beli mesin cetak 3D terbesar sejagat

The Bod 2 itu dapat menghasilkan bangunan berukuran 12x27x9 meter dan bangunan tiga lantai seluas 300 meter persegi tiap lantainya.

Pesawat Flydubai saat akan mendarat. (You Tube)

Tiga negara Arab Teluk larang Boeing 737 MAX 8 untuk terbang

Pesawat jenis serupa milik Ethiopian Airlines jatuh pada Ahad pekan lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

22 Maret 2019

TERSOHOR