bisnis

Mesir berencana bangun ibu kota baru

Proyek tahap pertama memerlukan dana Rp 595,7 triliun dan diperkirakan selesai tujuh tahun.

14 Maret 2015 20:33

Pemerintah Mesir kemarin mengumumkan rencana membangun ibu kota baru berdampingan dengan Kairo. Proyek raksasa ini pada tahap pertama memerlukan dana US$ 45 miliar atau sekitar Rp 595,7 triliun dan diperkirakan selesai tujuh tahun.

Menteri Perumahan Mesir Mustafa Madbuli mengumumkan rencana itu dalam pembukaan  konferensi ekonomi internasional dijadwalkan berlangsung tiga hari di Syarm asy-Syekh, daerah pelancongan di tepi Laut Merah, dihadiri ratusan pebisnis dan para pemimpin dunia.

Dia menjelaskan rencana itu buat mengantisipasi kemacetan dan kepadatan penduduk bakal dialami Ibu Kota Kairo dalam empat dasawarsa mendatang. Dalam empat dekade ke depan Kairo diperkirakan berpenduduk 40 juta orang, naik dua kali lipat ketimbang penghuniya saat ini.

Proyek tahap pertama ini, menurut Madbuli, berupa perluasan daerah pinggiran Kairo ke arah timur sejauh 105 kilometer. Areal baru ini bakal menjadi pusat pemerintahan Mesir berisi gedung-gedung pemerintah, kantor perwakilan diplomatik, kampus, kompleks teknologi dan inovasi, serta jalan sepanjang sepuluh ribu kilometer. Tapi Madbuli tidak memberitahu apa nama ibu kota baru itu nantinya.

Dia menambahkan pihak militer sudah mulai membangun jalan menghubungkan Kairo dengan jantung ibu kota baru itu.

Madbuli menjelaskan ibu kota baru Mesir ini akan seluas 700 kilometer persegi, sebagian besar merupakan ruang terbuka hijau dan terhubung dengan kawasan Terusan Suez. "Proyek ini adalah sumber kebanggaan dan inspirasi bagi generasi muda Mesir," kata Madbuli.

Rencana ambisius ini merupakan proyek raksasa kedua digagas oleh pemerintahan Presiden Abdil Fattah as-Sisi setelah perluasan Terusan Suez dan pembangunan kawasan industri di sekitarnya.

Pompa bensin di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Arab Saudi naikkan harga bensin

IMF pernah memperkirakan Saudi tidak lagi mengalami defisit pada 2023.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

IMF desak Oman segera berlakukan VAT

Defisit Oman tahun lalu diperkirakan sembilan persen, turun dari 13,9 persen pada 2017.

Presiden Bursa Berlian Israel Yoram Dvash berpose bareng Mufti Hamka, pengusaha dari Indonesia. (Israel Diamond Exchange)

Delegasi pebisnis Indonesia kunjungi Bursa Berlian Israel

Awal bulan ini, Presiden Bursa Berlian Dubai Ahmad bin Sulayim juga datang menghadiri pertemuan Forum Berlian Dunia sekaligus mengunjungi Bursa Berlian Israel.

Bank Sentral Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait sahkan APBN dengan proyeksi defisit Rp 310 triliun

Cadangan devisa Kuwait saat ini berjumlah Rp 8.450 triliun.





comments powered by Disqus