bisnis

Multijutawan paling banyak tinggal di Arab Saudi

Warga Qatar merupakan individu paling tajir di Timur Tengah dengan nilai kekayaan US$ 108 ribu per orang.

05 April 2015 08:02

Arab Saudi menjadi negara Arab di Teluk Persia paling banyak ditinggali oleh multijutawan hingga akhir tahun lalu.

Dalam laporan dilansir the New World Wealth, 3.160 multijutawan atau orang-orang berharta US$ 10 juta (sekitar Rp 129 miliar) atau lebih menetap di negeri Dua Kota Suci itu. Disusul Uni Emirat Arab (UEA) dihuni 3.150 multijutawan. Qatar menempati peringkat ketiga (2.340), lantas ada Kuwait (2.130), Oman (580), dan Bahrain (570).

Namun Dubai menjadi kota paling diminati orang-orang sangat kaya untuk menjadi tempat tinggal mereka. Di sana ada 2.070 multijutawan atau 68 persen dari jumlah multijutawan bermukim di UEA. Diikuti Abu Dhabi (680), Doha (590), Kuwait City (550), dan Riyadh (520).

Lembaga penelitian itu menjelaskan sektor layanan keuangan menjadi industri utama bagi para multijutawan di UEA untuk mengumpulkan kekayaan. Jumlah multijutawan UEA mengandalkan bisnis keuangan sebagai sumber pendapatan mencapai 30 persen, disusul minyak dan gas (21 persen), ragam usaha (14 persen), dan transportasi (12 persen).

The New World Wealth juga mengungkapkan warga Qatar merupakan individu paling tajir di Timur Tengah dengan nilai kekayaan US$ 108 ribu per orang. Penduduk Iran paling miskin di kawasan ini dengan harta US$ 5.500 tiap orang.

UEA memuncaki daftar kekayaan per kapita, yakni US$ 76.220, diikuti Kuwait (US$ 73.840), Bahrain (US$ 27.960), Oman (US$ 26.240), dan Arab Saudi (US$ 23.030).

Daftar negara dengan kekayaan per kapita tertinggi di dunia dipuncaki oleh Swiss dan Australia. Kekayaan per kapita di dua negara ini lebih dari US$ 200 ribu, sedangkan rata-rata negara lain hanya US$ 27.600.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Harga sahamnya terus meroket, valuasi Aramco sempat tembus US$ 2 triliun

Aramco menjanjikan pembagian dividen untuk para investor paling sedikit US$ 75 miliar per tahun hingga 2024.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Saham Aramco mulai diperdagangkan di Bursa Saudi

Harga saham perusahaan minyak dan gas Saudi itu tadinya 32 riyal per lembar naik menjadi 35,2 riyal hanya dalam beberapa detik setelah mulai diperdagangkan di Tadawul

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Banjir peminat, nilai tawaran atas saham Aramco sudah capai angka Rp 624 triliun

IPO Aramco akan dilakukan pada 11 Desember di Bursa Saham Saudi (Tadawul).





comments powered by Disqus