bisnis

Saudi catat rekor tertinggi produksi minyak

Produksi minyak mentah Arab Saudi bulan lalu 10,3 juta barel per hari.

09 April 2015 18:24

Arab Saudi memompa produksi minyak mentah mereka hingga mencatat rekor tertinggi bulan lalu. Kebijakan ini diambil buat memenuhi tingginya permintaan tak disangka dari kilang-kilang minyak asing dan buat menambah kapasitas dalam negeri.

Menteri Perminyakan Saudi Ali an-Naimi Selasa lalu mengatakan negaranya Maret lalu memproduksi 10,3 juta barel minyak mentah per hari. Catatan ini melewati rekor tercipta sebelumnya pada Agustus 2013, yakni 10,2 juta barel saban hari. Rekor baru ini pernah muncul di awal 1980-an.

Beberepa pekan lalu Naimi menetapkan patokan produksi di sekitar angka sepuluh juta barel tiap hari, 350 ribu barel lebih tinggi ketimbang produksi Februari lalu. Negara Dua Kota Suci ini menghasilkan lebih sepuluh persen dari total produksi minyak mentah dunia.

Naimi tidak menjelaskan kenapa produksi bulan lalu meningkat. Dia bilang hasil minyak Saudi bakal di kisaran sepuluh juta barel per hari.

Kenaikan produksi minyak ini menegaskan kembali posisi Arab Saudi untuk tidak memberikan alokasi pasar bagi produsen-produsen berongkos tinggi, seperti perusahaan pengeboran asal Amerika Serikat dan Rusia. Saudi bareng anggota OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) lainnya telah menolak menurunkan volume produksi untuk mengangkat kembali harga minyak sudah jatuh.

"Mungkin April dan Mei bakal sedikit turun," kata Amrita Sen, kepala analis the Energy Aspects. "Secara keseluruhan jelas Saudi sudah bereaksi atas tingginya permintaan minyak mentah mereka meski pasokan kepada pasar berlebih."

Meroketnya permintaan lantaran Saudi bulan lalu menggelar diskon besar-besaran harga minyak mereka untuk konsumen dari Asia, menurut data kantor berita Reuters. Perusahaan minyak pemerintah Aramco telah menaikkan harga minyak buat dua bulan mendatang sehingga harga minyak di Mei nanti tertinggi sejak tahun lalu.

Rekor produksi minyak Saudi ini juga buat memenuhi kebutuhan kilang dalam negeri. Kilang Yasrif berkapasitas 400 ribu barel, perusahaan patungan Aramco dan Snopec asal Cina, produksinya sudah melandai tahun ini dan diperkirakan mencapai kapasitas penuh pertengahan Februari lalu. Perusahaan patungan lainnya dengan Total (Prancis) sudah beroperasi sejak akhir 2013.

Produksi kilang-kilang minyak Saudi juga membukukan rekor 2,2 juta barel per hari Desember tahun lalu, naik dari 1,5 juta barel dua tahun lalu, menurut pusat data the Joint Oil Data Initiative.

"Soal produksi akan selalu menjadi berita utama tapi masalah ekspor jauh lebih penting buat menjadi pusat perhatian," ujar Mike Wittner, kepala riset perminyakan global di Société Générale.

Logo WhatsApp. (Arab News)

Arab Saudi bantah blokir layanan telepon WhatsApp

Sejumlah perusahaan telekomunikasi di negara Kabah itu rugi kalau telepon WhatsApp aktif.

Suasana di sebuah pusat belanja di Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi akan wajibkan toko tutup jam sembilan malam

Sektor swasta juga akan dapat libur dua hari sepekan.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (diverse bristol productions)

Standar gaji di Arab Saudi tertinggi kedua di Timur Tengah

Gaji minimum terbesar di kawasan itu adalah di Bahrain, yakni US$ 800 atau kini setara Rp 11,8 juta sebulan.

Mata uang riyal Arab Saudi. (Gulf Business)

Arab Saudi tarik Rp 1.028,6 triliun dananya di luar negeri

cadangan devisa di bank sentral negara kabah itu, Saudi Arabian Monetary Agency (Sama), telah berkurang hingga US$ 71 miliar.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Mal-mal baru segera bermunculan di Makkah

Meski begitu, ada tantangan untuk pertumbuhan sektor ritel di Makkah, yakni langkanya tempat cocok, tingginya harga tanah, dan mahalnya biaya infrastruktur.

18 September 2018

TERSOHOR