bisnis

29 restoran di Dubai didenda karena menunya tidak berbahasa Arab

"Arab adalah bahasa resmi negara sehingga pemilik restoran mesti menggunakan menu dalam bahasa Arab, termasuk harganya," kata Awadi.

27 April 2015 19:30

Sebanyak 29 restoran di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, didenda lantaran tidak memiliki menu dalam bahasa Arab, seperti dilansir surat kabar berbahasa Arab Imarat al-Yaum. Tapi tidak disebutkan berapa nilai denda dikenakan kepada tiap restoran.

Departemen Pembangunan Ekonomi Dubai baru-baru ini melancarkan penyisiran terhadap semua restoran beroperasi di Dubai. Kampanye ini untuk memastikan restoran-restoran itu memiliki menu dan harga dalam bahasa Arab.

Ahmad al-Awadi, Direktur Perlindungan Konsumen di departemen itu, bilang operasi pengecekan ini dilakukan setelah pihaknya menggelar sosialisasi tentang kewajiban seluruh restoran memiliki menu dalam bahasa Arab. "Arab adalah bahasa resmi negara sehingga pemilik restoran mesti menggunakan menu dalam bahasa Arab, termasuk harganya," kata Awadi.

Dia juga memperingatkan para pemilik restoran di Dubai untuk tidak menjual produk tembakau dalam menu makanan.

Menurut situs pelesiran tripadvisor.com, terdapat 5.563 restoran di seantero Dubai.

Wartawan Jamal Khashoggi. (Twitter/mercan_resifi)

17 warga Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi kena sanksi Amerika

Termasuk mantan penasihat Pangeran Muhammad bin Salman.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Arab Saudi kurangi ekspor minyak 500 ribu barel bulan depan

Belum ada konsensus untuk mengurangi produksi minyak tahun depan.

Ibu Kota Rabat, Maroko. (marokko-info.nl)

Hubungan dagang Israel-Maroko meningkat

Paling mengejutkan adalah Maroko menjadi tujuan investasi Israel pertama di dunia Arab.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Muhammadiyah desak Amerika cabut sanksi ekonomi terhadap Iran

Sanksi itu juga dapat berdampak terhadap negara-negara lain.





comments powered by Disqus