bisnis

Muhammad Hilal: Nomor saya beli punya nilai besar di masa depan

Dia membeli nomor telepon seluler seharga Rp 28,5 miliar dalam lelang di Dubai bulan lalu.

15 Mei 2015 08:16

Muhammad Hilal, bos utama Mohamed Hilal Group, bulan lalu memecahkan rekor sebagai pembeli nomor telepon seluler termahal sejagat. Dia membayar nomor 052-2222xxx seharga US$ 2,2 juta atau setara Rp 28,5 miliar.

Rekor ini tercipta dalam lelang digelar operator telekomunikasi telco DU di Hotel Intercontinental di Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Hilal menegaskan sebagai pengusaha dia tidak sembarang membikin keputusan, termasuk saat membeli nomor istimewa itu.

"Ini keputusan strategis dan taktis," kata Hilal kepada Albalad.co melalui surat elektronik kemarin. "Ini satu-satunya nomor di UEA terdiri dari delapan digit."

Pembelian itu, kata Hilal, sekaligus menaklukkan citra Etisalat - operator telekomunikasi tertua di UEA - sebagai yang terbaik. Dia bilang konsumenlah membentuk citra atas sebuah perusahaan dan merek.

"Dalam 35 menit saya telah mengubah perspektif itu dengan membeli nomor 052-2222xxx dengan harga lebih tinggi ketimbang nomor dijual Etisalat beberapa bulan lalu," ujar Hilal. "Jadi sebagai konsumen, saya telah mengubah posisi perusahaan itu (DU)."

Hilal memang pelanggan setia telco DU, bukan Etisalat. Dia meyakini perusahaan ini memiliki visi luas ke depannya dan bakal menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar di UEA.

Muhammad Hilal merupakan pendiri Mohamed Hilal Group, perusahaan bergerak di bidang parfum. Mantan pilot maskapai Emirates Airlines ini sejak remaja dikenal mahir meracik ramuan minyak wangi disukai banyak orang.

Dia telah menciptakan tiga merek wangi sudah amat tersohor, yakni Hind al-Aud, Anfasik Dukhun, dan Khaltat Blends of Love. Sejak 2012 Mohamed Hilal Group mulai merambah bisnis kuliner.

Gambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Ibu Kota Doha, Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar berencana naikkan investasi di Amerika jadi US$ 45 miliar

Investasi QIA di Amerika saat ini berjumlah US$ 30 miliar.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Arab Saudi kurangi produksi minyak 800 ribu barel bulan ini

Bulan depan, produksi dikurangi lagi seratus ribu barel menjadi 7,1 juta barel per hari.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Jumlah cadangan minyak Arab Saudi 268,5 miliar barel

Saudi memiliki cadangan gas sebesar 325,1 triliun kaki kubik

Pesawat Kenya Airways. (eturbonews.com)

Pesawat Kenya tujuan Israel dilarang lintasi wilayah udara Sudan

Basyir menolak membina hubungan diplomatik dengan Israel.





comments powered by Disqus