bisnis

Dubai menjadi pasar ritel terpenting kedua sejagat

Dubai berada di belakang London dengan kehadiran 55,7 persen merek internasional, disusul Shanghai (53,4 persen), New York (46,3 persen), dan Singapura (46 persen).

19 Mei 2015 07:56

Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), kembali meraih posisi kedua sebagai pasar ritel terpenting dunia selama empat tahun belakangan, menurut laporan terbaru dirilis CBRE.

Dalam laporan edisi 2015 bertajuk How Global is the Business of Retail?, Dubai berada di belakang London dengan kehadiran 55,7 persen merek internasional, disusul Shanghai (53,4 persen), New York (46,3 persen), dan Singapura (46 persen).

CBRE menjelaskan selama tahun lalu Dubai berhasil menggaet 45 merek internasional, termasuk Hollister, Cavalli Caffe, dan McQ Alexander McQueen untuk membuka gerai di kota itu.

Abu Dhabi, UEA, juga menjadi sasaran merek-merek internasional. Sebanyak 55 merek baru membuka toko di sana sepanjang tahun lalu, di belakang Tokyo dengan 63 merek baru.

Laporan CBRE ini menunjukkan kota-kota tujuan belanja, seperti London, Paris, dan New York, kian disaingi dan bahkan dalam sejumlah kasus diambil alih oleh kota-kota di Asia Pasifik dan Timur Tengah. "Kecenderungan ini mungkin berlanjut dan suatu hari nanti kita melihat nama baru di peringkat nomor satu," kata CBRE.

Direktur Pelaksana CBRE Timur Tengah Nick Maclean menjelaskan keterhubungan Dubai dengan jalur penerbangan dunia dan statusnya sebagai pusat perdagangan antara Timur dan Barat telah menjadi pendorong bagi sektor ritel. "Dubai tetap menjadi pilihan utama bagi kebanyakan merek untuk memasuki kawasan (Timur Tengah) buat pertama kali," kata Maclean. "Dubai kerap dipakai sebagai batu loncatan untuk perluasan pasar regional."

Presiden Dewan Perdagangan dan Industri Dubai Hamad Buamim menyambut gembira keberhasilan ini. "Dubai memberikan kesempatan luas bagi ritel-ritel dan merek internasional, apakah itu membuka toko langsung atau sistem waralaba."

Sebuah tangki minyak berada di atas kapal tanker sedang bersandar di Pelabuhan Jabal Ali, Dubai, Uni Emirat Arab, meledak pada 7 Juli 2021. (Telegram)

Tangki minyak meledak di pelabuhan Dubai

Penyebab ledakan belum diketahui.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Emirates rugi Rp 48 triliun di semester pertama 2020

Maskapai asal Dubai ini mendapat suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp 28,3 triliun.

Pantai Umm Suqaim di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (timeoutdubai.com)

Pembangunan hotel tertinggi sejagat di Dubai sudah dimulai

Bangunan rancangan NORR ini bakal setinggi 365 meter dan memiliki 1.042 kamar, termasuk 150 suites, tempat observasi dan lobi untuk bersantai di lantai 81, serta sebuah Sky Terrace dilengkapi kolam renang Infinity, bar, dan dek observasi.

Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/DXBMediaOffice)

70 persen perusahaan di Dubai terancam tutup gegara dampak Covid-19

Pertumbuhan ekonomi Dubai tahun lalu hanya 1,94 persen, paling rendah sejak krisis keuangan global pada 2008-2009.





comments powered by Disqus