bisnis

Perusahaan Israel diperintahkan bayar kompensasi Rp 14,4 triliun kepada Iran

Israel menolak keputusan pengadilan di Swiss itu dengan alasan Iran kini negara musuh.

21 Mei 2015 05:57

Pengadilan di Swiss telah memerintahkan perusahaan Israel, the Eilat Ashkelon Pipeline Company, membayar kompensasi US$ 1,1 miliar atau setara Rp 14,4 triliun kepada Iran, seperti dilaporkan kantor berita resmi Iran IRNA kemarin.

Israel menegaskan tidak akan melunasi utang itu. "Tanpa melihat masalahnya, kami menekankan sesuai Akta Berdagang Dengan Musuh, dilarang mengirim uang kepada musuh, termasuk perusahaan minyak milik pemerintah Iran," kata Kementerian Keuangan Israel lewat pernyataan tertulis.

Keputusan soal kompensasi itu keluar setelah kedua negara berjuang di muka hukum bertahun-tahun mengenai pendapatan dari proyek bersama jaringan pipa minyak berlangsung sebelum Revolusi Islam Iran 1979.

Modal bersama antara kedua negara, dimulai saat Iran masih dipimpin Syah Reza Pahlevi pada 1968, adalah proyek untuk menjual minyak Iran ke Eropa melalui Israel. Minyak dikapalkan dari Iran ke Eilat lalu dikirim ke pelabuhan Ashkelon di Laut Tengah lewat jaringan pipa Trans Israel dibangun kedua negara.

Israel mengambil alih jaringan pipa itu setelah rezim Iran berganti pada 1979, di mana Iran berubah dari sekutu menjadi musuh negara Zionis itu. Israel juga merampas semua aset kepunyaan Iran.

Iran kemudian menggugat Israel di pengadilan Swiss dan Prancis untuk memperoleh jatah dari pendapatan atas beroperasinya jaringan pipa minyak itu hingga kini, nilainya diperkirakan miliaran dolar Amerika Serikat. Negara Persia ini menuntut pula semua aset telah diambil alih Israel.

Keputusan pengadilan Swiss itu, menurut IRNA, berdasarkan minyak Iran telah dijual tapi fulusnya tidak pernah dibayarkan. Kasus ini berupa pengiriman 14,75 juta meter kubik minyak oleh perusahaan milik pemerintah Iran kepada perusahaan minyak Israel, Trans-Asiatic Oil Ltd. atau TAO.

Pengadilan Swiss pada 1989 mulanya memutuskan TAO membayar US$ 500 juta kepada Fimarco Anstalt, perusahaan Iran terdaftar sebelum Revolusi Islam di Lichtenstein oleh NIOC.

TAO sengaja menunda pembayaran itu dengan alasan ada kepentingan. Keputusan pengadilan Swiss bulan ini merupakan puncak dari kasus itu, di mana TAO diperintahkan melunasi US$ 1,1 miliar ditambah ongkos perkara US$ 7 juta.

Seorang sumber IRNA mengungkapkan Iran juga menggugat TAO di pengadilan Panama.

Mahkamah Agung Swiss dikabarkan telah mengizinkan Iran mengajukan tuntutan US$ 7 miliar kepada Israel. Gugatan ini terkait saham Iran di the Eilat-Ashkelon Pipeline Co., dua pelabuhan minyak, fasilitas penyimpanan, dan sebuah kapal tanker telah dirampas Israel.

Israel amat merahasiakan soal perusahaan bersama dibentuk dengan Iran itu. Pemerintah menutup rapat-rapat informasi soal jaringan pipa atau pembiayaannya.

Kantor Nasdaq Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

Indonesia lepas sukuk senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai

Pemerintah Indonesia merupakan penjual sukuk terbesar di Nasdaq Dubai dalam hal nilai dan jumlahnya, yakni US$ 16,5 miliar dari 12 sukuk sudah dilepas.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Biaya haji tahun ini Rp 35,2 juta

Sama dengan ongkos haji tahun lalu.

Pesawat Boeing 777 milik maskapai Kuwait Airways. (Wikimedia Commons)

Tolak penumpang Israel, Kuwait Airways tutup rute New York-London

Qatar Airways dan Saudi Arabian Airlines diduga menerapkan kebijakan serupa.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Indonesia lepas sukuk senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai

Pemerintah Indonesia merupakan penjual sukuk terbesar di Nasdaq Dubai dalam hal nilai dan jumlahnya, yakni US$ 16,5 miliar dari 12 sukuk sudah dilepas.

21 Februari 2019

TERSOHOR