bisnis

Maskapai baru Saudi mulai beroperasi November

Saudi Gulf Air akan memulai dengan tiga rute, termasuk satu tujuan internasional, menggunakan pesawat Airbus A320.

25 Mei 2015 22:34

Maskapai baru Saudi Gulf Air, berkantor pusat di Kota Dammam, Arab Saudi, mulai beroperasi November tahun ini.

Perusahaan penerbangan komersial ini merupakan milik Abdil Hadi al-Qahtani & Sons Group. Mereka akan mengawali bisnis ini untuk tiga rute menggunakan empat pesawat Airbus A320. "Kami sedang bekerja dengan otoritas penerbangan sipil umum (GACA) buat mendapatkan izin teknis untuk persiapan memulai operasi," kata Samir Majali, presiden sekaligus penasihat senior perusahaan itu, kepada kantor berita Reuters.

Dia menjelaskan tiga rute awal itu adalah dari Dammam ke Jeddah, Riyadh, dan satu tujuan internasional. Tahun depan Saudi Gulf Air direncanakan menambah rute penerbangan baru sejalan dengan bertambahnya armada.

Untuk rute domestik akan terbagi dalam dua kelas, yakni kelas utama dan ekonomi. Sedangkan penerbangan internasional meliputi kelas bisnis dan ekonomi.

Buat melengkapi A320, Saudi Gulf Air tahun lalu meneken kontrak pembelian US$ 2 miliar dengan pabrik pesawat Bombardier asal Kanada. Maskapai ini memesan 16 jet CS300 dengan pilihan akan menambah sepuluh pesawat jenis serupa.

Pengiriman CS300, berkapasitas 130 dan 160 penumpang, itu diperkirakan mulai akhir tahun ini atau awal tahun depan. Majali menambahkan bakal ada tambahan armada lagi setelah semua pesanan A320 dan CS300 mereka terima.

Dalam pertemuan dengan para pejabat GACA kemarin, pihak Saudi Gulf Air menyatakan kesiapan mereka beroperasi mulai 1 November. "Mereka telah memiliki izin utama dan izin terakhir akan diberikan saat mereka menyelesaikan persiapan final untuk beroperasi," ujar juru bicara GACA Wail as-Sarhan kepada Reuters.

Paling akhir dibutuhkan adalah Sertifikat Operator Udara sebagai sebuah persetujuan bagi sebuah maskapai untuk menggunakan pesawatnya bagi penerbangan komersial. Dokumen ini juga menunjukkan kesiapan maskapai, termasuk personel, pesawat, dan sistem, untuk mulai beroperasi.

Selama ini hanya ada dua maskapai melayani sekitar 27 penduduk Saudi untuk penerbangan domestik, yakni Saudi Arabian Airlines dan National Air Service.

Maskapai asing hanya boleh terbang ke dalam dan keluar Saudi. Mereka tidak boleh merambah jalur domestik. Namun situasi ini bakal berubah bila Al-Maha Airways, anak usaha Qatar Airways, mendapat izin buat rute dalam negeri Saudi. Mereka berencana mulai beroperasi dengan empat pesawat Airbus A320.

Situasi di sekitar lokasi tawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, 16 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi larang buruh bekerja saat siang

Teriknya surya membikin tiupan angin di sekitar lokasi tawaf membawa hawa panas terasa di wajah.

Ketua Asosiasi Wisata dan Agen Perjalanan Israel Hanny Sobol. (Albalad.co/Istimewa)

Agen wisata Israel rugi US$ 2-3 juta karena ada larangan

Hubungan wisata telah meningkatkan relasi antar warga Indonesia dan Israel.

Pesawat milik maskapai Iran Air di Bandar Udara Internasional Imam Khomeini di Ibu Kota Teheran, Iran, 6 Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Boeing tidak akan kirim 110 pesawat pesanan Iran

Nilainya sekitar US$ 20 miliar.

Gedung ADIA (Otoritas Investasi Abu Dhabi) di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

ADIA investor real estate terbesar sejagat

ADIA berhasil mengangkangi ABP dari Belanda (nilai aset US$ 48,1 miliar) dan Allianz asal Jerman (US$ 41,8 miliar).





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi larang buruh bekerja saat siang

Teriknya surya membikin tiupan angin di sekitar lokasi tawaf membawa hawa panas terasa di wajah.

17 Juni 2018

TERSOHOR