bisnis

Saham lima perusahaan Saudi tertutup bagi pemodal asing

Mereka adalah Jabal Umar Development, Taiba Holding Co, Knowledge Economic City, National Shipping Co of Saudi Arabia (Bahri), dan Makkah Construction & Development Co.

03 Juni 2015 15:04

Saham lima perusahaan Arab Saudi terlarang untuk dibeli pemodal asing saat pasar modal negara ini dibuka bagi mereka, menurut situs bursa saham Saudi.

Kelima perusahaan itu adalah Jabal Umar Development, Taiba Holding Co, Knowledge Economic City, National Shipping Co of Saudi Arabia (Bahri), dan Makkah Construction & Development Co. Ada sekitar 170 perusahaan terdaftar di bursa saham Saudi.

Seorang pejabat di CMA (Otoritas Pasar Modal) menolak berkomentar. CMA, bakal membuka bursa Saudi pada 15 Juni, menjelaskan kepemilikan asing atas saham perusahaan Saudi mungkin dilarang karena dibenarkan oleh undang-undang atau perintah otoritas lebih tinggi.

Jabal Umar, Makkah Construction, dan Taiba berfokus pada pembangunan di dua kota suci Makkah dan Madinah. Menurut laporan sejumlah media Saudi sebelumnya, itulah menjadi alasan kenapa investor asing tidak boleh membeli saham perusahaan itu.

Bursa Nasdaq Dubai. (Gulf Business)

UEA izinkan kepemilikan asing seratus persen di sektor bisnis mulai akhir tahun ini

Namun belum ada penjelasan bidang apa saja di sektor bisnis boleh dimiliki sepenuhnya oleh pemodal luar negeri.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Filipina cabut larangan buruh migran bekerja di Kuwait

Ketegangan muncul setelah mayat pembantu asal Filipina Joanna Demafelis disembunyikan majikan dalam kulkas di rumahnya.

ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait tunda penerapan VAT hingga 2021

VAT merupakan salah satu kebijakan diambil negara-negara Arab Teluk untuk mengatasi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Mata uang riyal Iran. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Gubernur bank sentral Iran mundur sebab nilai tukar riyal anjlok

Sejak awal pekan ini, nilai tukar merosot menjadi 65 ribu hingga 70 ribu riyal per US$ 1.





comments powered by Disqus