bisnis

Gerai 7-Eleven perdana di Dubai dibuka September

Jaringan ritel asal Jepang itu berencana membuka lebih dari 820 toko di kawasan Teluk Persia dalam satu dasawarsa mendatang.

05 Juni 2015 14:06

Gerai 7-Eleven pertama di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, bakal dibuka September tahun ini setelah kesepakatan waralaba dengan Seven Emirates Investment diteken.

Khamis as-Sabusi, Presiden Seven Emirates Investment, menjelaskan jaringan ritel asal Jepang itu berencana membuka lebih dari 820 toko di kawasan Teluk Persia dalam satu dasawarsa mendatang.

"Waralaba mempromosikan perkembangan bisnis perorangan dan membantu anak-anak muda ambisius mencapai tujuan mereka," kata Sabusi dalam pernyataan tertulis bersama dengan Departemen Pembangunan Ekonomi Dubai (DED). "Waralaba juga memastikan keikutsertaan generasi muda dalam pengembangan sektor ritel."

Umar Busyabab, Direktur Utama Business Registration and Licensing di DED, menyambut gembira rencana pembukaan toko 7-Eleven di Dubai itu. "Di satu sisi, ini menunjukkan mudahnya berbisnis di Dubai dan keberhasilan kebijakan ekonomi serta di lain pihak perusahaan internasional percaya atas iklim usaha di Dubai," ujarnya.

Saat ini ada lebih dari 56 ribu gerai 7-Eleven di 16 negara.

Batu rubi berkadar 8.400 karat seberat 2,8 kilogram diberi nama Burj al-Hamal (bintang Aries). Batu rubi langka ini diperkirakan seharga minimum US$ 120 juta. (Al-Arabiya/Supplied)

Batu rubi 8.400 karat akan dilelang di Dubai

Batu rubi langka ini ditambang dari Desa Winza di wilayah tengah Tanzania dan diperkirakan seharga minimum Rp 1,7 triliun.

Muhammad Alabbar, konglomerat asal Dubai, Uni Emirat Arab. (Gulf News)

Konglomerat UEA menyumbang bagi ribuan keluarga miskin di Israel sejak 2018

Muhammad Alabbar bergabung dengan empat pengusaha dari negara Zionis itu. Mereka telah berdonasi sebesar Rp 2,4 triliun sejak proyek itu dimulai pada 2003.

Sebuah tangki minyak berada di atas kapal tanker sedang bersandar di Pelabuhan Jabal Ali, Dubai, Uni Emirat Arab, meledak pada 7 Juli 2021. (Telegram)

Tangki minyak meledak di pelabuhan Dubai

Penyebab ledakan belum diketahui.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Emirates rugi Rp 48 triliun di semester pertama 2020

Maskapai asal Dubai ini mendapat suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp 28,3 triliun.





comments powered by Disqus