bisnis

Kuwait batalkan izin tiga stasiun televisi

Ketiganya adalah Al-Watan, Al-Watan Plus, dan Al-Watan Ghanawi.

05 Juni 2015 22:12

Kementerian Informasi Kuwait telah membatalkan izin operasi tiga stasiun televisi, yakni Al-Watan, Al-Watan Plus, dan Al-Watan Ghanawi. Ketiganya merupakan milik Kuwait Media Group.

Kantor berita resmi Kuwait KUNA melaporkan pencabutan izin itu buntut dari keputusan Kementerian Perdagangan Kuwait Januari lalu menutup izin usaha Kuwait Media Group dengan alasan melanggar undang-undang bisnis. Jaringan media ini memiliki surat kabar Al-Watan, dikenal kerap mengkritik kebijakan pemerintah.

Al-Watan merupakan satu dari dua koran dilarang beroperasi selama dua pekan pada tahun lalu. Putusan pengadilan ini muncul setelah beredar rekaman audio membahas rencana menggulingkan dinasti As-Sabah telah lama berkuasa di Kuwait.

Kuwait menutup rapat-rapat penyelidikan atas rekaman itu dari media. Mereka beralasan kalau investigasi sampai bocor bisa membahayakan keamanan negara.

Kuwait mempunyai sekitar selusin surat kabar, termasuk yang sering mengecam menteri dan anggota keluarga kerajaan. Namun menyentuh sistem kekuasaan adalah hal benar-benar sensitif di negara itu.

Bursa Nasdaq Dubai. (Gulf Business)

UEA izinkan kepemilikan asing seratus persen di sektor bisnis mulai akhir tahun ini

Namun belum ada penjelasan bidang apa saja di sektor bisnis boleh dimiliki sepenuhnya oleh pemodal luar negeri.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Filipina cabut larangan buruh migran bekerja di Kuwait

Ketegangan muncul setelah mayat pembantu asal Filipina Joanna Demafelis disembunyikan majikan dalam kulkas di rumahnya.

ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait tunda penerapan VAT hingga 2021

VAT merupakan salah satu kebijakan diambil negara-negara Arab Teluk untuk mengatasi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Mata uang riyal Iran. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Gubernur bank sentral Iran mundur sebab nilai tukar riyal anjlok

Sejak awal pekan ini, nilai tukar merosot menjadi 65 ribu hingga 70 ribu riyal per US$ 1.





comments powered by Disqus