bisnis

Kuwait batalkan izin tiga stasiun televisi

Ketiganya adalah Al-Watan, Al-Watan Plus, dan Al-Watan Ghanawi.

05 Juni 2015 22:12

Kementerian Informasi Kuwait telah membatalkan izin operasi tiga stasiun televisi, yakni Al-Watan, Al-Watan Plus, dan Al-Watan Ghanawi. Ketiganya merupakan milik Kuwait Media Group.

Kantor berita resmi Kuwait KUNA melaporkan pencabutan izin itu buntut dari keputusan Kementerian Perdagangan Kuwait Januari lalu menutup izin usaha Kuwait Media Group dengan alasan melanggar undang-undang bisnis. Jaringan media ini memiliki surat kabar Al-Watan, dikenal kerap mengkritik kebijakan pemerintah.

Al-Watan merupakan satu dari dua koran dilarang beroperasi selama dua pekan pada tahun lalu. Putusan pengadilan ini muncul setelah beredar rekaman audio membahas rencana menggulingkan dinasti As-Sabah telah lama berkuasa di Kuwait.

Kuwait menutup rapat-rapat penyelidikan atas rekaman itu dari media. Mereka beralasan kalau investigasi sampai bocor bisa membahayakan keamanan negara.

Kuwait mempunyai sekitar selusin surat kabar, termasuk yang sering mengecam menteri dan anggota keluarga kerajaan. Namun menyentuh sistem kekuasaan adalah hal benar-benar sensitif di negara itu.

Gambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Ibu Kota Doha, Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar berencana naikkan investasi di Amerika jadi US$ 45 miliar

Investasi QIA di Amerika saat ini berjumlah US$ 30 miliar.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Arab Saudi kurangi produksi minyak 800 ribu barel bulan ini

Bulan depan, produksi dikurangi lagi seratus ribu barel menjadi 7,1 juta barel per hari.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Jumlah cadangan minyak Arab Saudi 268,5 miliar barel

Saudi memiliki cadangan gas sebesar 325,1 triliun kaki kubik

Pesawat Kenya Airways. (eturbonews.com)

Pesawat Kenya tujuan Israel dilarang lintasi wilayah udara Sudan

Basyir menolak membina hubungan diplomatik dengan Israel.





comments powered by Disqus