bisnis

Bursa saham Saudi mulai hari ini dibuka bagi pemodal asing

Ada lima perusahaan Saudi di mana saham mereka terlarang bagi investor luar negeri.

15 Juni 2015 12:31

Arab Saudi mulai hari membuka bursa saham mereka bagi investasi asing langsung.

Dalam pengumuman dirilis kemarin, pihak bursa membenarkan sejak Senin pekan ini pemodal asing memenuhi kualifikasi bisa membeli saham perusahaan terdaftar di bursa saham Saudi.

Dengan nilai US$ 532 miliar atau setara Rp 7085,4 triliun, bursa saham Saudi merupakan yang terbesar di Timur Tengah dan paling beragam. Para analis memperkirakan pembukaan bursa saham buat investor luar negeri ini bakal mendatangkan banyak modal ke negara itu.

Dalam kolomnya di Al-Arabiya News, Menteri Perdagangan dan Investasi Australia Andrew Robb memuji langkah Saudi itu. "Dengan memperluas jaringan dengan investor asing, Arab Saudi mampu meningkatkan kedalaman dan likuiditas pasar sahamnya," kata Robb. "Arab Saudi dapat mengambil keuntungan dari jangkauan kemampuan proseional dan teknis di seluruh dunia, termasuk di Australia."

Sesuai persyaratan ditetapkan, investor asing bisa membeli saham di bursa Saudi adalah yang memiliki rekam jejak bagus paling tidak lima tahun. Ia juga mesti memiliki aset manajemen minimal US$ 5 miliar (Rp 66,6 miliar).

Tiap pemodal asing hanya boleh memiliki saham di sebuah perusahaan Saudi paling banyak lima persen. Sebuah perusahaan asing bersama klien-klien mereka cuma diizinkan membeli maksimal 20 persen saham sebuah perusahaan.

Meski begitu, awal bulan ini muncul laporan menyebut ada lima perusahaan Saudi di mana saham mereka terlarang bagi investor asing, yakni Jabal Umar Development, Taiba Holding Co, Knowledge Economic City, National Shipping Co of Saudi Arabia (Bahri), dan Makkah Construction & Development Co. Saat ini terdapat sekitar 170 perusahaan terdaftar di bursa Saudi.

Saudi, pengekspor minyak utama di dunia, merupakan kekuatan ekonomi terbesar di kawasan Teluk Persia. Nilai nominal Produk Domestik Bruto mereka tahun lalu US$ 753 miliar (Rp 10.028,8 miliar).

Mesin Watergen saban hari mampu menghasilkan lima ribu liter air minum dari atmosfer. Watergen adalah perusahaan asal Israel. (Watergen)

Israel jual teknologi bikin air minum dari udara ke UEA

Mesin Watergen saban hari mampu menghasilkan lima ribu liter air minum dari atmosfer.

Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/@DXBMedia Office)

UEA mulai hari ini terbitkan visa turis bagi warga Israel

Flydubai menjadi maskapai pertama melayani penerbangan komersial antara UEA dan Israel. Perusahaan asal Dubai ini membuka rute Dubai-Tel Aviv sejak kemarin dengan frekuensi dua penerbangan sehari.

Suasana dalam kokpit pesawat Israir dari Israel menjelang pendaratan di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 1 Desember 2020. (Screencapture Twitter)

Setelah melintasi Saudi, penerbangan komersial pertama Israel mendarat di Dubai

Saudi memberi izin kepada Israir setelah mendapat tekanan dari Amerika Serikat.

Pesawat Israir, maskapai asal Israel. (Globes)

Setelah ditekan Amerika, Saudi izinkan pesawat komersial Israel tujuan Dubai lewati wilayah udaranya

Izin dari Riyadh itu cuma berlaku empat hari, khusus untuk Israir dan rute Tel Aviv-Dubai. 





comments powered by Disqus