bisnis

Coca Cola akan bangun pabrik di Gaza

Itu bakal menjadi pabrik Coca Cola keempat di Palestina setelah di Ramallah, Tulkarim, dan Jericho.

21 Juni 2015 03:04

Perusahaan minuman ringan raksasa Coca Cola akan membangun pabrik di Jalur Gaza Oktober tahun ini. Itu bakal menjadi pabrik Coca Cola keempat di Palestina setelah di Ramallah, Tulkarim, dan Jericho, Tepi Barat, seperti dilansir surat kabar Hurriyet Daily News.

Pembangunan pabrik senilai US$ 20 juta itu akan menambah jumlah pekerja Palestina dari 500 menjadi 800.

Imad Hamdi, manajer umum National Beverage Company (NBC), perusahaan mengemas dan memasarkan Coca Cola di Palestina, mengaku membangun pabrik di Gaza bukan hal berisiko. "Coca Cola adalah perusahaan pertama dan terbesar di dunia telah berinvestasi di Palestina. Hal serupa juga akan terjadi di Gaza," kata Hindi saat menjelaskan kepada para wartawan tengah mengunjungi tiga pabrik Coca cola di Tepi Barat pekan ini.

Hurriyet melaporkan Coca Cola merupakan investor terbesar kelima di Palestina. Mereka berhasil menguasai 86 persen pasar minuman ringan di negara ini.

Gambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Ibu Kota Doha, Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar berencana naikkan investasi di Amerika jadi US$ 45 miliar

Investasi QIA di Amerika saat ini berjumlah US$ 30 miliar.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Arab Saudi kurangi produksi minyak 800 ribu barel bulan ini

Bulan depan, produksi dikurangi lagi seratus ribu barel menjadi 7,1 juta barel per hari.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Jumlah cadangan minyak Arab Saudi 268,5 miliar barel

Saudi memiliki cadangan gas sebesar 325,1 triliun kaki kubik

Pesawat Kenya Airways. (eturbonews.com)

Pesawat Kenya tujuan Israel dilarang lintasi wilayah udara Sudan

Basyir menolak membina hubungan diplomatik dengan Israel.





comments powered by Disqus