bisnis

Sindiran taipan Arab

Abdul Aziz al-Ghurair menyerukan kepada para pengusaha dan keluarga Arab superkaya mestinya lebih banyak beramal.

08 Juli 2015 04:28

Pangeran Al-Walid bin Talal, orang paling kaya di Timur Tengah selama enam tahun terakhir versi Arabian Business, membikin heboh dunia di Ramadan tahun ini. Keponakan Raja Salman bin Abdul Aziz dari Arab Saudi itu berjanji menyumbangkan seluruh kekayaannya bernilai US$ 32 miliar atau kini setara Rp 427,3 triliun untuk kegiatan amal.

“Ini sebuah komitmen tanpa batas. Satu janji bagi seluruh umat manusia,” kata Pangeran Al-Walid Rabu pekan lalu kepada wartawan di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. “Sumbangan itu akan dialokasikan menurut sebuah perencanaan matang di tahun-tahun mendatang.”

Sepekan kemudian keluarga konglomerat asal Uni Emirat Arab Al-Ghurair mengikuti jejak Pangeran Al-Walid. Abdullah Ahmad al-Ghurair telah berjanji menyumbangkan sepertiga kekayaannya untuk membangun sebuah yayasan pendidikan regional.

Putranya, Abdul Aziz al-Ghurair, Presiden Direktur Mashreq Bank, kemarin mengumumkan akan memulai dengan fulus US$ 1,1 miliar (Rp 14,6 triliun) dalam sepuluh tahun mendatang melalui Yayasan Pendidikan Abdullah al-Ghurair.

Langkah kedua taipan Arab ini seperti sindiran terhadap orang-orang Arab supertajir lainnya. Tengoklah bagaimana Syekh Muhammad bin Zayid bin Sultan an-Nahyan, Putera Mahkota Abu Dhabi sekaligus pemilik Mubadalah Development Company, menggelontorkan triliunan dolar untuk membeli dan membesarkan klub Liga Primer Inggris Manchester City.

Lalu masih ada QIA (Otoritas Investasi Qatar), pemilik Paris Saint-Germain klub raksasa di Liga Prancis.

Karena itu, Abdul Aziz al-Ghurair menyerukan kepada para pengusaha dan keluarga Arab superkaya mestinya lebih banyak beramal. "Saya berharap bakal ada banyak keluarga dan pengusaha Arab tajir mulai beramal," tuturnya. "Dengan keadaan ekonomi seperti sekarang, kegiatan amal mesti dilembagakan."

Konglomerat asal Arab Saudi Pangeran Al-Walid bin Talal. (Arab News)

Pangeran Al-Walid cari pinjaman sebesar Rp 13 triliun

Konglomerat ritel fesyen, Fawaz Abdul Aziz al-Hokair - dibebaskan bareng Pangeran Al-Walid - juga mencari pinjaman senilai Rp 29,3 triliun.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (Gulf Business)

Pangeran Al-Walid jual sahamnya di Hotel Four Seasons Damaskus

Pangeran Al-Walid menjual sahamnya di Hotel Fur Seasons Beirut senilai Rp 1,4-1,6 triliun.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal di ruang kerjanya di gedung Kingdom Tower, Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Pangeran Al-Walid kembali bekerja setelah dibebaskan dari tahanan

Tidak diketahui berapa harga dibayar Pangeran Al-Walid untuk menebus kebebasannya.

Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (Arab News)

Direktur keuangan di perusahaan milik Pangeran Al-Walid berhenti

Muhammad Fakhri sudah lima tahun bekerja di Kingdom Holding Company.





comments powered by Disqus