bisnis

Qatar negara paling tajir sejagat

Qatar menempati peringkat teratas, disusul Luksemburg, dan Singapura.

16 Juli 2015 19:09

Qatar menjadi negara paling tajir sejagat, menurut hasil penelitian Dana Moneter Internasional (IMF) dan the Global Finance Magazine.

Qatar menempati peringkat teratas, disusul Luksemburg, dan Singapura. Penyusunan daftar itu berdasarkan PDB (Produk Domestik Bruto) per kapita, daya beli, biaya hidup, dan tingkat inflasi.

Semua negara Arab di kawasan Teluk Persia - Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), dan Kuwait - masuk daftar 34 negara teratas.

Untuk kawasan Teluk, setelah Qatar dengan PDB per individu pada 2013 US$ 105.091, disusul UEA (US$ 49.883), Kuwait (US$ 39.861), Arab Saudi (US$ 32.469), Oman (29.924), dan Bahrain (29.832).

Qatar bulan lalu memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi 2015 dari 7,7 persen menjadi 7,3 persen. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja) negara ini tahun depan diduga defisit.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar dan UEA dua negara terbaik di dunia bagi ekspatriat perempuan

Sebanyak 88 persen ekspatriat perempuan merasa tinggal dan bekerja di Qatar menguntungkan secara finansial, 87 persen lainnya memilih UEA.

Kampus Texas A&M University di Education City, pinggiran Ibu Kota Doha, Qatar. (marhaba.qa)

Qatar bayar US$ 400 juta setahun buat biayai enam universitas Amerika

Texas A&M University at Qatar menerima dana terbesar.

Perusahaan Umum Listrik dan Air Qatar (Kahramaa). (qewc.com)

Qatar berlakukan denda bagi pemboros air dan listrik

Denda buat pemboros air Rp 71,7 juta, sedangkan yang membiarkan lampu luar menyala dari pagi sampai sore didenda Rp 35,8 juta.

Ibu Kota Doha, Qatar. (english.alarabiya.net)

Qatar siapkan proyek Rp 3.176,7 triliun buat sepuluh tahun

S&P memperkirakan pendapatan per kapita Qatar tahun ini Rp 1,2 miliar setahun.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Mal-mal baru segera bermunculan di Makkah

Meski begitu, ada tantangan untuk pertumbuhan sektor ritel di Makkah, yakni langkanya tempat cocok, tingginya harga tanah, dan mahalnya biaya infrastruktur.

18 September 2018

TERSOHOR