bisnis

Iran sepakati proyek bernilai lebih dari Rp 26,8 triliun dengan Eropa

Wakil Menteri Ekonomi dan Keuangan Iran Muhammad Khazaei menyatakan keyakinannya para pemodal Eropa bakal kembali berbisnis di negaranya.

23 Juli 2015 18:04

Iran telah menyelesaikan perundingan dengan sejumlah perusahaan Eropa ingin berinvestasi dalam beragam proyek di negeri Persia itu, menyusul kesepakatan nuklir Iran dicapai di Ibu Kota Wina, Austria, bulan ini.

Dalam sebuah konferensi untuk mempromosikan perdagangan antara Uni Eropa dan Iran, Wakil Menteri Ekonomi dan Keuangan Iran Muhammad Khazaei menyatakan keyakinannya para pemodal Eropa bakal kembali berbisnis di negaranya. Dia bilang sejauh ini beberapa perusahaan Eropa sudah memperoleh izin investasi di Iran.

"Bahkan dalam dua pekan terakhir kami telah menyetujui proyek-proyek di Iran senilai lebih dari US$ 2 miliar (kini setara Rp 26,8 triliun) dengan perusahaan-perusahaan Eropa," kata Khazaei. Namun dia tidak menyebut perusahaan mana saja dan ogah menjelaskan lebih lanjut soal perkembangan ini.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi berlakukan undang-undang kepailitan

Arab Saudi berada di posisi 168 dari 190 negara untuk penyelesaian kasus kepailitan dalam daftar peringkat di Ease of Doing Business terbitan Bank Dunia.

ADAB Solutions launching the First Islamic Crypto Exchange (FICE)

The FICE is very unique exchange, as it is the only Shariah compliant crypto exchange at this moment.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Nilai ekspor Israel ke negara-negara Arab Teluk sebesar US$ 1 miliar

Kalau dalam kondisi normal dimana ada hubungan resmi, nilai ekspor Israel ke kawasan Arab Teluk dapat mencapai US$ 15 miliar hingga US$ 25 miliar.

Pengguna iPhone. (Yeni Safak)

Importir Turki batalkan pembelian iPhone senilai US$ 50 juta

Dalam satu dasawarsa terakhir, diperkirakan lebih dari sepuluh juta warga Turki telah membeli beragam produk iPhone. Total penjualan iPhone sebesar US$ 7 miliar.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi berlakukan undang-undang kepailitan

Arab Saudi berada di posisi 168 dari 190 negara untuk penyelesaian kasus kepailitan dalam daftar peringkat di Ease of Doing Business terbitan Bank Dunia.

20 Agustus 2018

TERSOHOR