bisnis

Dubai kota paling diminati pencari kerja asal Amerika

Dubai menggeser London di posisi kedua.

31 Juli 2015 15:24

Dubai, Uni Emirat Arab, menjadi kota paling diminati para pencari kerja asal Amerika Serikat, menurut surevei dilakoni layanan asuransi kesehatan Aetna International.

Sejak Januari 2013, para pencari kerja dari negara Abang Sam itu menjadikan Dubai sebagai lokasi bekerja idaman di luar negeri. Kota ini mendepak Ibu Kota London, Inggris, ke posisi kedua, telah memuncaki daftar sejak 2006.

"Dubai kini mengambil alih posisi London sebagai kota paling tersohor bagi para pencari kerja asal Amerika Serikat ingin bekerja di luar negeri," kata Direktur Pemasaran Aetna International Caroline Pain. "Juga menarik melihat Paris di tempat ketiga, menggeser Singapura di posisi keempat."

Urutan selanjutnya dalam daftar sepuluh besar sejak Januari 2006 ialah Roma (Italia), Jenewa (Swiss), Amsterdam (Belanda), Cape Twon (Afrika Selatan), Mexico City (Meksiko), dan Ottawa (Kanada).

Surat kabar the Financial Times baru-baru ini melaporkan kecenderungan penduduk Amerika Serikat menjadi ekspatriat konsisten naik sejak 2008. Angkanya mencapai rekor tertinggi tahun lalu, yakni 3.415 orang.

Batu rubi berkadar 8.400 karat seberat 2,8 kilogram diberi nama Burj al-Hamal (bintang Aries). Batu rubi langka ini diperkirakan seharga minimum US$ 120 juta. (Al-Arabiya/Supplied)

Batu rubi 8.400 karat akan dilelang di Dubai

Batu rubi langka ini ditambang dari Desa Winza di wilayah tengah Tanzania dan diperkirakan seharga minimum Rp 1,7 triliun.

Muhammad Alabbar, konglomerat asal Dubai, Uni Emirat Arab. (Gulf News)

Konglomerat UEA menyumbang bagi ribuan keluarga miskin di Israel sejak 2018

Muhammad Alabbar bergabung dengan empat pengusaha dari negara Zionis itu. Mereka telah berdonasi sebesar Rp 2,4 triliun sejak proyek itu dimulai pada 2003.

Sebuah tangki minyak berada di atas kapal tanker sedang bersandar di Pelabuhan Jabal Ali, Dubai, Uni Emirat Arab, meledak pada 7 Juli 2021. (Telegram)

Tangki minyak meledak di pelabuhan Dubai

Penyebab ledakan belum diketahui.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Emirates rugi Rp 48 triliun di semester pertama 2020

Maskapai asal Dubai ini mendapat suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp 28,3 triliun.





comments powered by Disqus