bisnis

Menengok Terusan Suez baru

Dengan tambahan satu Terusan Suez, jumlah kapal melintas bertambah dari 49 menjadi 97 saban hari.

02 Agustus 2015 13:24

Pemerintah Mesir Rabu lalu mengumumkan Terusan Suez baru sudah siap dioperasikan. Peresmiannya dijadwalkan Kamis pekan depan di Kota Ismailiya.

Terusan Suez kedua ini sepanjang 37 kilometer dan berdampingan dengan Terusan Suez awal sejauh 35 kilometer. Proyek dimulai Agustus tahun lalu ini mencakup memperdalam dan memperlebar Terusan Suez pertama diresmikan pada 1869 sehingga kapal lebih besar bisa lewat.

Ketika mengumumkan rencana pembangunan Terusan Suez kedua, Presiden Mesir Abdil Fatah as-Sisi menegaskan proyek ini merupakan kebanggaan nasional. Karena itu, dia sesumbar akan mencari dana di dalam negeri saja dan menggunakan perusahaan-perusahaan domestik sebagai pelaksana pembangunan.

Pemerintah berhasil mengumpulkan dana US$ 9 miliar atau kini setara Rp 121,6 triliun dengan menjual saham kepada investor dalam negeri. Mereka menjanjikan balik modal dalam empat tahun. Sertifikat investasi itu terjual ludes dalam delapan hari doang. Namun Mesir terpaksa menggandeng konsorsium dari Belanda, Luksemburg, dan Kuwait untuk mengerjakan proyek itu agar selesai tepat waktu.

Selain Presiden Sisi, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Prancis Francois Hollande juga bakal hadir dalam peresmian itu. Putin merupakan teman lama Sisi, sedangkan Prancis baru saja menjual tiga jet tempur Rafale ke Mesir.

"Kami mengumumkan Terusan Suez baru aman bagi semua jenis kapal barang," kata Kepala Otoritas Terusan Suez Laksamana Muhab Mamisy dalam jumpa pers di Ismailiya. "Kami menyerukan kepada semua perusahaan maritim internasional untuk menggunakan kedua Terusan Suez ini. Pelayaran Anda aman."

Terusan Suez merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia menghubungkan Eropa dan Asia. Terusan Suez ini menyambungkan Laut Merah dengan Laut Tengah. Presiden Mesir Jamal Abdul Nasir menasionalisasi Terusan Suez ini dari Inggris pada 1956.

Selama ini satu Terusan Suez hanya dipakai buat satu arah pelayaran. Dengan adanya kembaran, kapal-kapal dagang bisa bolak balik di Terusan Suez.

Mesir pun yakin tambahan satu Terusan Suez bisa meningkatkan perekonomian dan menambah lapangan kerja. Lalu lintas kapal di Terusan Suez bakal bertambah dari 49 menjadi 97 saban hari. Pendapatan tahunan diperkirakan meningkat dari 3,2 miliar pound sterling (Rp 67,5 triliun) menjadi 8,5 miliar pound sterling (Rp 179,4 triliun) paling lambat 2023.

Namun proyeksi Kairo ini kelihatan ambisius. Sebab perdagangan lewat Terusan Suez amat bergantung pada ekspor minyak dan gas alam cair. Nilai perdagangan kedua komoditas ini secara global melorot. "Kami memperkirakan pertumbuhan perdagangan global sekitar tiga persen dari tahun ke tahun dan Terusan Suez akan mengalami perkembangan sejalan dengan itu," ujar Sekretaris Jenderal Dewan Pelayaran Internasional Peter Hinchcliffe.

Keraguan juga muncul lantaran faktor keamanan. Terusan Suez membelah Semenanjung Sinai dihantui ancaman serangan dari kaum Islam militanmelonjak sejak rezim Husni Mubarak roboh empat tahun lalu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Hurriyet Daily News)

Turki akan boikot produk elektronik Amerika

Hubungan kedua negara memburuk lantaran Turki menahan Pastor Andrew Brunson dari Amerika sejak Oktober 2016.

Ladang minyak Yaran Utara di Iran. (Press TV)

Iran tawarkan diskon harga minyak ke Asia

Amerika berencana melarang Iran menjual minyaknya ke pasar internasional mulai 5 November mendatang.

Pesawat Saudi Arabian Airlines. (Gulf Business)

Saudia hentikan penerbangan ke Toronto

Kanada tetap mendesak Arab Saudi membebaskan para aktivis ditahan.

Kantor pusat Credit Suisse di Kota Zurich, Swiss. (Wikimedia Commons)

Credit Suisse ajukan izin buat beroperasi di Arab Saudi

Citigroup sudah mendapat izin beroperasi di Saudi pada April lalu dan Goldman Sachs memperoleh izin untuk perdagangan ekuitas sejak Agustus tahun lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Turki akan boikot produk elektronik Amerika

Hubungan kedua negara memburuk lantaran Turki menahan Pastor Andrew Brunson dari Amerika sejak Oktober 2016.

14 Agustus 2018

TERSOHOR