bisnis

UEA negara idaman kaum ekspatriat

Disusul Swiss, Arab Saudi, Singapura, Jerman, Afrika Selatan, Irlandia, Australia, Kanada, Brasil, Meksiko, dan Belgia.

12 Agustus 2015 10:10

Uni Emirat Arab (UEA) selama dua tahun terakhir menjadi negara paling dituju para profesional seluruh dunia, menurut penelitian terbaru situs jejaring profesional global LinkedIn.

UEA menempati peringkat teratas dengan raihan 1,89 persen dari seluruh tenaga kerja tahun lalu. Disusul Swiss (0,90 persen), Arab Saudi (0,85 persen), kemudian Singapura, Jerman, Afrika Selatan, Irlandia, Australia, Kanada, Brasil, Meksiko, dan Belgia.

Dari seluruh profesional bekerja di UEA, India paling banyak dengan jumlah 28 persen, diikuti Inggris, Pakistan, Amerika Serikat, dan Qatar. Empat negara Arab Teluk lain - Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, dan Oman - berjumlah sebelas persen dari semua ekspatriat profesional di UEA.

Sektor-sektor paling diminati profesional asing di UEA pada 2014 adalah layanan profesional, arsitektur dan teknik, keuangan dan asuransi, teknologi (peranti lunak), serta produk ritel dan konsumen.

"Ini kedua kali berurutan UEA menjadi tujuan paling disukai bagi para profesional," kata Ali Matar, kepala urusan bakat LinkedIn untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara.

Batu rubi berkadar 8.400 karat seberat 2,8 kilogram diberi nama Burj al-Hamal (bintang Aries). Batu rubi langka ini diperkirakan seharga minimum US$ 120 juta. (Al-Arabiya/Supplied)

Batu rubi 8.400 karat akan dilelang di Dubai

Batu rubi langka ini ditambang dari Desa Winza di wilayah tengah Tanzania dan diperkirakan seharga minimum Rp 1,7 triliun.

Muhammad Alabbar, konglomerat asal Dubai, Uni Emirat Arab. (Gulf News)

Konglomerat UEA menyumbang bagi ribuan keluarga miskin di Israel sejak 2018

Muhammad Alabbar bergabung dengan empat pengusaha dari negara Zionis itu. Mereka telah berdonasi sebesar Rp 2,4 triliun sejak proyek itu dimulai pada 2003.

Sebuah tangki minyak berada di atas kapal tanker sedang bersandar di Pelabuhan Jabal Ali, Dubai, Uni Emirat Arab, meledak pada 7 Juli 2021. (Telegram)

Tangki minyak meledak di pelabuhan Dubai

Penyebab ledakan belum diketahui.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Emirates rugi Rp 48 triliun di semester pertama 2020

Maskapai asal Dubai ini mendapat suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp 28,3 triliun.





comments powered by Disqus