bisnis

89 persen warga Saudi memiliki utang

Salah satu kelemahan terbesar dalam perekonomian Saudi adalah nihilnya budaya menabung dan tingginya tingkat konsumsi.

18 Agustus 2015 05:54

Hasil penelitian terbaru menyebutkan sebagian besar warga Arab Saudi hidup boros. Pengeluaran mereka bahkan melebihi pendapatan.

Menurut survei dilansir the National Bonds Gulf Cooperation Council Savings Index, 89 persen dari warga Saudi memiliki utang. Jumlahnya tahun lalu mencapai 400 miliar riyal atau kini setara Rp 1.471,6 triliun.

Salah satu kelemahan terbesar dalam perekonomian Saudi adalah nihilnya budaya menabung dan tingginya tingkat konsumsi. Hanya sepuluh persen orang muda di negara Kabah itu diyakini memiliki tabungan cukup buat masa depan. Sebanyak 26 persen warga mengakui tidak rutin menabung.

Menurut Usamah Saleh asy-Syammari, anggota Dana Pembangunan Sumber Daya Manusia, sejumlah penelitian menunjukkan orang-orang Saudi rela berutang demi membeli mobil mewah atau berlibur ke luar negeri.

Ahli sosial Misyaal al-Qurasyi menjelaskan banyak orang Saudi tidak menabung dan lebih memilih membelanjakan banyak fulus untuk mobil, rumah, makanan, dan pakaian. Semua demi gengsi dan status sosial.

Dia bilang kebiasaan buruk ini menguntungkan bank dan toko. Mereka getol mengiklankan mudahnya berutang. Alhasil, warga Saudi menghabiskan banyak uang untuk membeli barang mewah ketimbang keperluan mendasar.

Logo WhatsApp. (Arab News)

Arab Saudi bantah blokir layanan telepon WhatsApp

Sejumlah perusahaan telekomunikasi di negara Kabah itu rugi kalau telepon WhatsApp aktif.

Suasana di sebuah pusat belanja di Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi akan wajibkan toko tutup jam sembilan malam

Sektor swasta juga akan dapat libur dua hari sepekan.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (diverse bristol productions)

Standar gaji di Arab Saudi tertinggi kedua di Timur Tengah

Gaji minimum terbesar di kawasan itu adalah di Bahrain, yakni US$ 800 atau kini setara Rp 11,8 juta sebulan.

Mata uang riyal Arab Saudi. (Gulf Business)

Arab Saudi tarik Rp 1.028,6 triliun dananya di luar negeri

cadangan devisa di bank sentral negara kabah itu, Saudi Arabian Monetary Agency (Sama), telah berkurang hingga US$ 71 miliar.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi berlakukan undang-undang kepailitan

Arab Saudi berada di posisi 168 dari 190 negara untuk penyelesaian kasus kepailitan dalam daftar peringkat di Ease of Doing Business terbitan Bank Dunia.

20 Agustus 2018

TERSOHOR