bisnis

Pembukaan toko Apple di UEA ditunda

Gerai Apple di Mall of the Emirates, Dubai, bakal menjadi yang terbesar sejagat.

23 Agustus 2015 16:22

Pembukaan toko Apple di Uni Emirat Arab (UEA) dijadwalkan bulan depan ditunda.

Surat kabar Emirates 247 melaporkan peresmian dua gerai Apple di Mall of the Emirates, Kota Dubai, dan Yas Mall di Ibu Kota Abu Dhabi dimundurkan satu atau dua bulan dari rencana semula.

Sejumlah sumber mengungkapkan gerai Apple tidak akan dibuka di Dubai Mall. "Tidak akan ada toko Apple di Dubai Mall," kata seorang sumber. "Hanya ada dua gerai berlokasi di Yas Mall dan Mall of the Emirates."

Kabar penundaan ini muncul setelah Ahmad al-Hosani, Direktur Departemen Pendaftaran Merek Dagang di Kementerian Perekonomian UEA, pekan lalu menyatakan tidak ada keistimewaan bagi Apple. Perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat ini mesti menaati aturan berlaku di negara itu.

"Artinya cabang-cabang perusahaan luar negeri di UEA harus dikelola lewat agen layanan UEA," ujarnya. Sesuai aturan berlaku, minimal 51 persen sahamnya mesti dimiliki orang UEA.

Padahal Bloomberg menulis Apple mendapat kekhususan seratus persen dikelola oleh mereka sendiri tanpa melibatkan pihak UEA.

Sejumlah laporan menyebutkan toko Apple di Mall of the Emirates bakal menjadi yang terbesar di dunia, menempati lahan seluas 4.645 meter persegi. Mengalahkan gerai Apple di Grand Central Store di New York, Amerika, seluas 2.137 meter persegi.

Batu rubi berkadar 8.400 karat seberat 2,8 kilogram diberi nama Burj al-Hamal (bintang Aries). Batu rubi langka ini diperkirakan seharga minimum US$ 120 juta. (Al-Arabiya/Supplied)

Batu rubi 8.400 karat akan dilelang di Dubai

Batu rubi langka ini ditambang dari Desa Winza di wilayah tengah Tanzania dan diperkirakan seharga minimum Rp 1,7 triliun.

Muhammad Alabbar, konglomerat asal Dubai, Uni Emirat Arab. (Gulf News)

Konglomerat UEA menyumbang bagi ribuan keluarga miskin di Israel sejak 2018

Muhammad Alabbar bergabung dengan empat pengusaha dari negara Zionis itu. Mereka telah berdonasi sebesar Rp 2,4 triliun sejak proyek itu dimulai pada 2003.

Sebuah tangki minyak berada di atas kapal tanker sedang bersandar di Pelabuhan Jabal Ali, Dubai, Uni Emirat Arab, meledak pada 7 Juli 2021. (Telegram)

Tangki minyak meledak di pelabuhan Dubai

Penyebab ledakan belum diketahui.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Emirates rugi Rp 48 triliun di semester pertama 2020

Maskapai asal Dubai ini mendapat suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp 28,3 triliun.





comments powered by Disqus