bisnis

Bahrain negara Timur Tengah paling diminati kaum ekspatriat

Jam kerja di Qatar paling lama di dunia, yakni 46,3 jam sepekan.

29 Agustus 2015 10:01

Bahrain menjadi negara Timur Tengah paling dituju kaum ekspatriat untuk mencari pekerjaan, seperti dilansir survei bikinan the InterNations Expat Insider 2015.

Hasil penelitian itu menyebutkan secara global Bahrain menempati peringkat ke-17 dalam daftar negara paling diminati pekerja asing. Disusul Uni Emirat Arab (19), Oman (24), Qatar (54), Arab Saudi (61), dan Kuwait di posisi buncit.

Ekuador memuncaki daftar itu berdasarkan riset dilakukan terhadap lebih dari 14 ribu responden, diikuti Meksiko dan Malta. Singapura, Luksemburg, Selandia Baru, Thailand, Panama, Kanada, dan Australia juga masuk dalam sepuluh besar.

Meski begitu, Uni Emirat Arab (UEA) jauh lebih disukai pekerja asing perempuan ketimbang Amerika Serikat, Swiss, dan seluruh negara Skandinavia. Alasannya, mereka merasa lebih mudah diterima bekerja di sana dan prospek kariernya memuaskan.

Namun di UEA, Arab Saudi, dan Qatar, ekspatriat lelaki masih banyak dibanding kaum hawa. Situasi di negara Kabah paling ekstrem. Hanya satu dari empat ekspatriat adalah perempuan.

Survei juga menunjukkan jam kerja di tiga negara itu jauh lebih panjang daripada di negara-negara lain. Qatar di posisi teratas dengan 46,3 jam kerja sepekan, kemudian UEA (45,6 jam), dan Saudi (44,8 jam).

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar dan UEA dua negara terbaik di dunia bagi ekspatriat perempuan

Sebanyak 88 persen ekspatriat perempuan merasa tinggal dan bekerja di Qatar menguntungkan secara finansial, 87 persen lainnya memilih UEA.

Kampus Texas A&M University di Education City, pinggiran Ibu Kota Doha, Qatar. (marhaba.qa)

Qatar bayar US$ 400 juta setahun buat biayai enam universitas Amerika

Texas A&M University at Qatar menerima dana terbesar.

Perusahaan Umum Listrik dan Air Qatar (Kahramaa). (qewc.com)

Qatar berlakukan denda bagi pemboros air dan listrik

Denda buat pemboros air Rp 71,7 juta, sedangkan yang membiarkan lampu luar menyala dari pagi sampai sore didenda Rp 35,8 juta.

Pasar daging di Bahrain. (Gulf Daily News)

Subsidi daging dihapus, 130 ribu warga Bahrain daftar buat terima kompensasi

Seperti di Indonesia, dana kompensasi diberikan saban tiga bulan.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Turki akan boikot produk elektronik Amerika

Hubungan kedua negara memburuk lantaran Turki menahan Pastor Andrew Brunson dari Amerika sejak Oktober 2016.

14 Agustus 2018

TERSOHOR