bisnis

Bahrain tunda lagi cabut subsidi daging

Anggaran Bahrain tahun ini diperkirakan defisit Rp 55,8 triliun.

02 September 2015 19:34

Bahrain kembali menunda pencabutan subsidi daging hingga bulan depan atas perintah Perdana Menteri Syekh Khalifah bin Salman al-Khalifah. Negara Arab Teluk ini tadinya berencana mencabut subsidi mulai 1 Agustus lalu, kemudian ditunda hingga 1 September tapi tidak jadi lagi.

Dua kali penundaan itu lantaran ada penolakan dari kubu oposisi di parlemen. Meski pemerintah berjanji memberikan kompensasi bagi rakyat, rencana ini dianggap kontroversial.

Lewat pernyataan tertulis dilansir kantor berita resmi BNA, Wakil Perdana Menteri Syekh Khalid bin Abdullah al-Khalifah bilang perdana menteri masih akan membahas masalah ekonomi dan standar hidup warga negara dengan anggota parlemen dan Dewan Syura.

BNA melaporkan Syekh Khalifah memastikan pemerintah akan berupaya melindungi kepentingan konsumen. Dia juga menjamin bakal ada persaingan bebas setelah subsidi atas daging merah ditarik.

Keluarga Bahrain ingin memperoleh uang kompensasi diminta mendaftar di sebuah portal bakal diluncurkan beberapa hari mendatang. Data ini nantinya dipakai Kementerian Keuangan dan Pembangunan Sosial untuk menyusun daftar orang-orang pantas menerima fullus pengganti saat pencabutan subsidi berlaku 1 Oktober. BNA menyebutkan 160 ribu keluarga telah menerima uang hibah dilarang mendaftar

Sejak harga minyak mentah dunia terus menukik, Bahrain berniat memotong subsidi untuk mengurangi tekanan terhadap anggaran negara. Selain daging, subsidi atas bahan bakar mungkin pula bakal dihapus.

Anggaran negara disetujui bulan lalu memperkirakan terjadi defisit US$ 3,98 miliar atau kini setara Rp 55,8 triliun tahun ini.

Situasi di sekitar lokasi tawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, 16 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi larang buruh bekerja saat siang

Teriknya surya membikin tiupan angin di sekitar lokasi tawaf membawa hawa panas terasa di wajah.

Ketua Asosiasi Wisata dan Agen Perjalanan Israel Hanny Sobol. (Albalad.co/Istimewa)

Agen wisata Israel rugi US$ 2-3 juta karena ada larangan

Hubungan wisata telah meningkatkan relasi antar warga Indonesia dan Israel.

Pesawat milik maskapai Iran Air di Bandar Udara Internasional Imam Khomeini di Ibu Kota Teheran, Iran, 6 Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Boeing tidak akan kirim 110 pesawat pesanan Iran

Nilainya sekitar US$ 20 miliar.

Gedung ADIA (Otoritas Investasi Abu Dhabi) di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

ADIA investor real estate terbesar sejagat

ADIA berhasil mengangkangi ABP dari Belanda (nilai aset US$ 48,1 miliar) dan Allianz asal Jerman (US$ 41,8 miliar).





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi larang buruh bekerja saat siang

Teriknya surya membikin tiupan angin di sekitar lokasi tawaf membawa hawa panas terasa di wajah.

17 Juni 2018

TERSOHOR