bisnis

Saudi bakal hapus subsidi bensin

Harga seliter bensin di negara Kabah ini hanya Rp 2.124, termasuk termurah kedua di dunia setelah Venezuela.

06 September 2015 23:20

Arab Saudi tengah mempertimbangkan kebijakan mencabut subsidi bahan bakar kendaraan bermotor lantaran harga minyak dunia terus melorot, sehingga kian membebani anggaran negara.

Harga seliter bensin di negara Kabah ini hanya sekitar US$ 15 sen atau kini setara Rp 2.124, termasuk termurah kedua di dunia setelah Venezuela.

Uni Emirat Arab (UEA) bulan lalu menaikkan harga bensin 24 persen untuk mengurangi beban anggaran karena rendahnya harga minyak.

Mengutip sejumlah sumber, Al-Watan kemarin melaporkan Saudi tidak bisa lagi membiarkan harga bensin benar-benar rendah karena mampu menghancurkan ekonomi negara itu. Namun surat kabar ini tidak menjelaskan kapan kebijakan mencabut subsidi itu diterapkan.

Seorang sumber di industri minyak Teluk membisikkan para pejabat Saudi memang serius mempertimbangkan mengurangi subsidi secara bertahap.

Dia bilang Riyadh tidak akan berlaku seagresif UEA karena pertimbangan politik dan ekonomi. Dia menambahkan para pejabat UEA sudah menyarankan kepada Saudi untuk menaikkan harga bahan bakar sedikit saja.

Al-Watan menulis beberapa ahli ekonomi memperkirakan penghapusan subsidi bensin itu bisa menghemat anggaran Saudi US$ 8 miliar (Rp 113,3 miliar) saban tahun. Pengiritan itu signifikan di tengah anggaran Saudi tahun ini diperkirakan defisit US$ 120 miliar (Rp 1.699,3 triliun) atau lebih bila harga minyak mentah dunia tetap rendah.

Menurut Fahad al-Anazi, Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Energi di Dewan Syura Arab Saudi, pemotongan subsidi bahan bakar mesti diikuti dengan kebijakan buat memelihara kesejahteraan rakyat, seperti menyediakan transportasi umum murah.

Logo WhatsApp. (Arab News)

Arab Saudi bantah blokir layanan telepon WhatsApp

Sejumlah perusahaan telekomunikasi di negara Kabah itu rugi kalau telepon WhatsApp aktif.

Suasana di sebuah pusat belanja di Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi akan wajibkan toko tutup jam sembilan malam

Sektor swasta juga akan dapat libur dua hari sepekan.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (diverse bristol productions)

Standar gaji di Arab Saudi tertinggi kedua di Timur Tengah

Gaji minimum terbesar di kawasan itu adalah di Bahrain, yakni US$ 800 atau kini setara Rp 11,8 juta sebulan.

Mata uang riyal Arab Saudi. (Gulf Business)

Arab Saudi tarik Rp 1.028,6 triliun dananya di luar negeri

cadangan devisa di bank sentral negara kabah itu, Saudi Arabian Monetary Agency (Sama), telah berkurang hingga US$ 71 miliar.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Importir Turki batalkan pembelian iPhone senilai US$ 50 juta

Dalam satu dasawarsa terakhir, diperkirakan lebih dari sepuluh juta warga Turki telah membeli beragam produk iPhone. Total penjualan iPhone sebesar US$ 7 miliar.

17 Agustus 2018

TERSOHOR