bisnis

IMF desak Saudi potong subsidi bahan bakar dan gaji pegawai

Itu bakal menguntungkan buat sisi fiskal dan mengurangi konsumsi energi.

11 September 2015 08:40

Setelah berkonsultasi dengan pemerintah Arab Saudi, IMF (Dana Moneter Internasional) Rabu lalu mendesak negara itu mengurangi subsidi bahan bakar kendaraan bermotor dan gaji pegawai negeri. Langkah ini perlu diambil buat mengurangi tekanan terhadap anggaran negara akibat terus melorotnya harga minyak mentah dunia menjadi sumber pendapatan utama negara Kabah itu.

Harga minyak dunia menukik hingga mendekati US$ 42 per barel bulan lalu, terendah dalam enam tahun belakangan. Namun pengeluaran Saudi meningkat setelah Raja Salman bin Abdul Aziz Januari lalu memberikan bonus gaji bagi semua pegawai negeri.

Meski begitu, IMF memperkirakan perekonomian Saudi terus menguat tahun ini. Lembaga itu Juni lalu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2,8 persen tahun ini dan turun menjadi 2,4 persen di 2016. Defisit anggaran negeri Dua Kota Suci itu tahun ini diperkirakan 19,5 persen dari produk domestik bruto.

Selain pengurangan subsidi bahan bakar, Tim Callen, ketua misi IMF untuk Arab Saudi, menekankan Saudi juga perlu mengurangi jumlah pegawai negeri dalam jangka panjang, meningkatkan pajak tanah dan nilai tambah, serta memperluas lapangan kerja di sektor swasta.

"Kami kira harga bahan bakar lebih tinggi diperlukan. Itu bakal menguntungkan buat sisi fiskal dan mengurangi konsumsi energi," kata Callen kepada wartawan. "Tapi ini mesti dilakukan sebagai bagian dari paket kebijakan menyeluruh dan disosialisasikan dengan baik kepada rakyat."

Dia menambahkan pemerintah Saudi harus pula mengetahui siapa saja terkena dampak serius dari kenaikan harga bahan bakar kendaraan bermotor. Lalu mencari cara buat membantu mereka mengtasi hal itu.

Harga jual seliter bensin di Saudi termurah kedua di dunia setelah Venezuela, yakni US$ 15 sen atau kini setara Rp 2.133.

Sebuah surat kabar terbitan Saudi bulan ini melaporkan negara itu tengah serius mempertimbangkan pengurangan subsidi bensin, mengikuti langkan Uni Emirat Arab sudah melakoni itu bulan lalu.

Pemotongan subsidi bahan bakar bakal menjadi reformasi ekonomi terbesar dilakoni Saudi selama ini namun isu itu sangat sensitif. Sebab banyak orang Saudi menilai bahan bakar murah adalah hak mereka sebagai warga negara dari produsen minyak terbesar di dunia.

Logo WhatsApp. (Arab News)

Arab Saudi bantah blokir layanan telepon WhatsApp

Sejumlah perusahaan telekomunikasi di negara Kabah itu rugi kalau telepon WhatsApp aktif.

Suasana di sebuah pusat belanja di Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi akan wajibkan toko tutup jam sembilan malam

Sektor swasta juga akan dapat libur dua hari sepekan.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (diverse bristol productions)

Standar gaji di Arab Saudi tertinggi kedua di Timur Tengah

Gaji minimum terbesar di kawasan itu adalah di Bahrain, yakni US$ 800 atau kini setara Rp 11,8 juta sebulan.

Mata uang riyal Arab Saudi. (Gulf Business)

Arab Saudi tarik Rp 1.028,6 triliun dananya di luar negeri

cadangan devisa di bank sentral negara kabah itu, Saudi Arabian Monetary Agency (Sama), telah berkurang hingga US$ 71 miliar.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Delapan bank terbesar di Kuwait

Laba bersih sektor perbankan di Kuwait tahun lalu juga mengalami peningkatan terbesar di kawasan Arab Teluk, yakni 15,8 persen.

27 Mei 2018

TERSOHOR