bisnis

Konglomerat Mesir incar dua pulau di Yunani buat tampung pengungsi

Najib Sawiris sudah berkorespondensi dengan pemilik kedua pulau itu.

16 September 2015 00:02

Konglomerat asal Mesir Najib Sawiris meneruskan gagasannya menghebohkan untuk membeli pulau buat menampung para pengungsi. Dia sudah mengincar dua pulau milik pribadi di Yunani.

Gagasan itu dia umumkan pertama kali melalui Twitter pada 1 September lalu. “Yunani atau Italia juallah sebuah pulau kepada saya,” tulis Sawiris. “Saya akan menyatakan pulau itu merdeka dan menampung para migran serta memberikan pekerjaan buat mereka untuk membangun negara baru.”

Sawiris, 61 tahun, menamakan idenya itu sebagai proyek Pulau Aylan, merujuk pada nama Aylan Kurdi, bocah pengungsi Suriah tewas tenggelam di Laut Aegea saat berlayar bersama keluarganya untuk mengungsi ke Eropa. Mayat anak lelaki tiga tahun ini ditemukan tertelungkup di Pantai Bodrum, Turki.

Kepada majalah Newsweek, dia bilang sudah menyiapkan anggaran US$ 200 juta untuk memebeli dua pulau di Yunani itu. Hingga kini Sawiris mengungkapkan mendapat sekitar sepuluh ribu dukungan lewat surat elektronik.

Rencana Sawiris ini juga menarik perhatian UNHCR (badan Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan pengungsi). Staf UNHCR bakal menemui Sawiris untuk membahas kerja sama bisa dilakukan.

Gelombang besar-besaran pengungsi ke Eropa telah memicu krisis. Negara-negara Benua Biru itu kini mulai menutup perbatasan mereka untuk mencegah para pengungsi Suriah dan dari negara lainnya masuk. Lebih dari 2.300 orang meninggal di laut dalam upaya mereka mengungsi ke Eropa sejak Januari lalu.

Kantor komunikasi Sawiris mengungkapkan Sawiris memang tengah melobi pemilik kedua pulau agar bersedia menjual kepada dirinya. "Kami sudah berkorespondensi dengan pemilik dan menyatakan ketertarikan kami."

Namun Sawiris mengakui pihaknya perlu mendapat persetujuan dari pemerintah Yunani buat menampung para pengungsi di kedua pulau itu nantinya. "Jika mereka tiddak memberi dukungan administratif berarti ide saya bakal mati," ujarnya kepada Newsweek.

Sawiris merupakan bos dari Orascom TMT, mengoperasikan jaringan telepon seluler di sejumlah negara Timur Tengah dan Afrika, plus Korea. Juga jaringan komunikasi bawah laut. Dia pun memiliki sebuah stasiun televisi di Mesir.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Dua maskapai UEA hentikan penerbangan ke Tel Aviv

Etihad dan Flydubai membuka rute penerbangan ke Tel Aviv setelah UEA tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

Seorang bocah perempuan Palestina di Jalur Gaza tampak ketakutan setelah menjadi korban serangan udara Israel. (Albalad.co/Supplied)

Perang makin sengit, tujuh maskapai setop penerbangan ke Israel

Sedangkan El Al, maskapai Israel, tetap akan terbang ke negara lain.   

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.





comments powered by Disqus