bisnis

Saudi Aramco tunjuk bos baru

"Dia orang tepat untuk jabatan itu," ujar seorang ahli perminyakan.

18 September 2015 09:39

Saudi Aramco kemarin menunjuk Amin Hasan Nasir, orang lama di perusahaan minyak terbesar sejagat itu, sebagai presiden sekaligus direktur utama. Amin sudah bekerja di sana sejak lulus dari jurusan teknik perminyakan di Universitas Perminyakan dan Mineral Raja Fahad pada 1982.

Penunjukan lelaki 50-an tahun ini dilakukan saat pertemuan pertama Dewan Tertinggi Saudi Aramco diketuai oleh Wakil Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, juga putra dari Raja Salman bin Abdul Aziz. Sejak dipisah dari Kementerian Sumber Daya Minyak dan Mineral, Saudi Aramco berada di bawah lembaga itu.

Rapat di Kota Jeddah itu juga dihadiri para pejabat tinggi Dewan Tertinggi Saudi Aramco, termasuk Pangeran Abdul Aziz bin Salman, Menteri Sumber Daya Minyak dan Mineral Ali an-Naimi, Menteri Keuangan Ibrahim al-Assaf, Menteri Perekonomian dan Perencanaan Adil Fakih, serta Menteri Kesehatan Khalid al-Falih.

Sejak Al-Falih ditunjuk sebagai menteri kesehatan April lalu, Nasir sudah menjadi pelaksana tugas Presiden sekaligus Direktur Utama Saudi Aramco. "Saya merasa tersanjung dan terhormat atas kepercayaan diberikan kepada saya oleh para pemimpin kami," kata Nasir. "Saya berterima kasih kepada Dewan Tertinggi Saudi Aramco karena mempercayakan kepada saya tanggung jawab menjalankan perusahaan besar ini ke arah pencapaian lebih tinggi lagi."

Nasir menegaskan Saudi Aramco tetap berkomitmen menjadi pemasok energi andal. Dia berjanji melanjutkan strategi menjadikan Saudi Aramco perusahaan energi terbesar sejagat.

Dia amat dikenal dan dihormati di perusahaan serta kalangan pelaku industri perminyakan. Sejumlah perusahaan pernah bekerja sama dengan Saudi Aramco menggambarkan Nasir sebagai perunding tangguh.

"Dia sangat rendah hati," kata seorang ahli perminyakan menolak ditulis identitasnya. "Semua orang senang atas penunjukannya itu."

"Dia orang tepat untuk jabatan itu," ujar ahli perminyakan lainnya.

CEO Russia Direct Investmen Fund Kirill Dmitriev. (Arabian Business)

Rusia dan Cina patungan buat beli saham Aramco

Aramco akan melakoni IPO di semeter kedua tahun ini. Itu diyakini bakal menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah karena diperkirakan bisa meraup dana US$ 100 miliar.

Khalid al-Falih, Chairman Saudi Aramco sekaligus Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi. (Arab News)

Menteri energi Saudi sebut nilai IPO Aramco ditentukan pasar

Arab Saudi mempunyai cadangan minyak sebanyak 260 miliar barel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Investor Rusia berminat beli saham Aramco

Cina tahun lalu mengajukan penawaran untuk membeli lima persen saham Aramco.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Hong Kong, London, dan New York masuk dalam daftar lokasi IPO Aramco

Keputusan akhir di tangan Putera Mahkota Pangeran Muhamnad bin Salman.





comments powered by Disqus