bisnis

Indonesia bakal pulangkan 700 ribu buruh migran dari Arab Saudi

Pemerintah Mei lalu memutuskan menghentikan pengiriman pembantu rumah tangga ke 21 negara di Timur Tengah.

22 September 2015 08:01

Pemerintah Indonesia bakal memulangkan sekitar 700 ribu buruh migran, terutama bekerja sebagai sopir dan pembantu rumah tangga, dari Arab Saudi dalam 15 bulan mendatang.

Mengutip sejumlah sumber, surat kabar berbahasa Arab Al-Hayat Ahad lalu melansir keputusan pemulangan itu tidak bisa diubah.

Indonesia pada Mei tahun ini mengumumkan akan menghentikan pengiriman pembantu rumah tangga ke 21 negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, Oman, Uni Emirat Arab, Libanon, Yordania, Suriah, dan Mesir.

"Praktek kaum hawa Indonesia bekerja di luar negeri sebagai pembantu mesti dihentikan segera," kata Presiden Joko Widodo Februari lalu. "Kita harus memiliki kebanggaan dan martabat."

Selama waktu transisi tiga bulan, sekitar 4.700 rumah tangga dalam proses untuk dikirim bekerja ke Timur Tengah diizinkan berangkat. Para buruh migran masih bekerja di kawasan itu dibolehkan menyelesaikan kontrak mereka.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi memperkirakan lebih dari 67 ribu perempuan Indonesia tidak akan bekerja ke Timur Tengah lantaran larangan itu.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Harga sahamnya terus meroket, valuasi Aramco sempat tembus US$ 2 triliun

Aramco menjanjikan pembagian dividen untuk para investor paling sedikit US$ 75 miliar per tahun hingga 2024.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Saham Aramco mulai diperdagangkan di Bursa Saudi

Harga saham perusahaan minyak dan gas Saudi itu tadinya 32 riyal per lembar naik menjadi 35,2 riyal hanya dalam beberapa detik setelah mulai diperdagangkan di Tadawul

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Banjir peminat, nilai tawaran atas saham Aramco sudah capai angka Rp 624 triliun

IPO Aramco akan dilakukan pada 11 Desember di Bursa Saham Saudi (Tadawul).





comments powered by Disqus