bisnis

Bos Saudi Binladin Group tidak pedulikan peringatan gubernur Makkah

Peringatan itu disampaikan sebelas hari sebelum sebuah derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram.

22 September 2015 11:51

Rupanya sebelas hari sebelum tragedi terjadi, Gubernur Makkah Pangeran Khalid al-Faisal telah memperingatkan bos Saudi Binladin Group Bakar Bin Ladin soal keamanan 15 derek raksasa ada di sekitar Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi.

Jatuhnya sebuah derek raksasa menjelang salat magrib pada Jumat, 11 September lalu, telah menewaskan 111 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya. Kejadian ini berlangsung saat hujan deras disertai angin kencang membekap kawasan Masjid Al-Haram.

Derek-derek raksasa itu sudah terpasang sejak tiga tahun lalu untuk mengerjakan proyek perluasan masjid paling disucikan umat Islam itu. Jika pembangunan sudah selesai, Masjid Al-Haram bakal seluas 400 ribu meter persegi dan bisa memuat dua juta jamaah sekaligus.

Pangeran Khalid, juga penasihat Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz, telah memerintahkan Bakar Bin Ladin untuk memastikan apakah keberadaan derek-derek raksasa itu aman bagi para jamaah haji, seperti dilansir surat kabar Makkah Daily.

Di antara sejumlah instruksi disampaikan ketua Komite Haji Pusat Arab Saudi itu adalah memindahkan sejumlah derek raksasa berada di areal pedestrian, membuka kembali daerah di mana pekerjaan pembangunan sudah selesai, dan mencegah jamaah haji memasuki lokasi proyek.

Hasil penyelidikan oleh komite investigasi bentukan Pangeran Khalid menyimpulkan Saudi Binladin Group tidak mempedulikan peringatan disampaikan sejumlah pihak terkait, termasuk dari Pangeran Khalid. Perusahaan konstruksi terbesar kedua di dunia ini juga melanggar standar keamanan selain karena tiupan angin sangat kencang sebagai penyebab jatuhnya derek raksasa itu.

Atas dasar itu, Raja Salman memutuskan Saudi Binladin Group tidak akan mendapat proyek lagi dari pemerintah. Semua petinggi perusahaan itu juga dilarang bepergian ke luar negeri untuk investigasi lanjutan. Seluruh proyek tengah dikerjakan Saudi Binladin Group juga bakal dikaji.

Raja Salman menyatakan tiap korban tewas dan cacat tetap akan memperoleh santunan satu juta riyal atau kini setara Rp 3,8 miliar. Sedangkan uang 500 ribu riyal diberikan kepada masing-masing korban cedera.

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. (Gulf Business)

Saudi Binladin Group akan kurangi staf dan berganti nama

Pemerintah Saudi sudah menguasai 35 persen saham dan mengambil alih manajemen di Binladin Group.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Saudi Binladin Group bantah diambil alih oleh pemerintah Arab Saudi

Sejumlah pemilik saham sudah menyetujui penyelesaian perkara dengan memberi saham mereka kepada pemerintah.

Ilusstrasi soal Saudi Binladin Group. (Arab News)

Arab Saudi ambil alih Saudi Binladin Group

Penangkapan Abu Bakar Bin Ladin merupakan bagian dari upaya untuk merampas perusahaan keluarga tersebut.

Sebagian dari pekerja Inma, perusahaan subkontraktor Saudi Binladin Group, asal Indonesia bekerja sebagai pemulung kardus di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Agus buat Albalad.co)

Pekerja Binladin Group asal Indonesia terima gaji lagi

Tunggakan gaji itu mulai dibayarkan bulan ini, tapi hanya dua bulan saja.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Importir Turki batalkan pembelian iPhone senilai US$ 50 juta

Dalam satu dasawarsa terakhir, diperkirakan lebih dari sepuluh juta warga Turki telah membeli beragam produk iPhone. Total penjualan iPhone sebesar US$ 7 miliar.

17 Agustus 2018

TERSOHOR