bisnis

Mesir cabut larangan ekspor beras

Negara Nil ini diperkirakan bisa mengekspor hingga satu juta ton beras.

05 Oktober 2015 22:03

Lewat pernyataan tertulis, Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Mesir kemarin bilang pihaknya telah mencabut larangan ekspor beras karena diperkirakan stok akan berlebih. Lembaga pemerintah ini mengatakan bakal menerapkan bea ekspor dua ribu pound atau kini setara Rp 3,7 juta untuk tiap ton beras.

Kementerian menyatakan kebijakan itu akan berlangsung setengah tahun dan baru berlaku setelah dimuat di surat kabar resmi, namun tidak disebutkan kapan pemuatannya.

Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, Mesir melarang ekspor beras sejak 1 September lalu. Kementerian Pertanian waktu itu memperkirakan produksi beras putih 2,7 juta ton selama musim tanam 2015-2016, lebih sedikit dibanding estimasi keperluan domestik, yakni 3,6 juta ton.

Namun keputusan melarang ekspor itu diragukan setelah menteri pertanian mundur dan akhirnya ditangkap dengan tuduhan korupsi.

Menteri Perdagangan Tarik Kabil kemarin mengatakan bakal ada surplus produksi beras tahun ini, seperti tahun lalu.

Dewan Ekspor Pertanian bulan lalu bilang Mesir bisa mengekspor beras hingga satu juta ton.

Di pasar internasional, beras kelas menengah Mesir bersaing dengan produk serupa asal Amerika Serikat, Rusia, dan Italia.

Mesir pertama kali memberlakukan larangan ekspor beras pada 2008.

Menteri Keuangan Bahrain Syekh Ahmad bin Muhammad al-Khalifah. (Arabian Business)

Bahrain akan berlakukan VAT akhir tahun ini

Bahrain bakal kembali mengurangi subsidi atas bahan bakar, makanan, dan jasa.

Bandar Udara Raja Abdul Aziz baru di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Arab News)

Saudi batalkan kesepakatan dengan Changi buat kelola bandar udara baru di Jeddah

Changi Airports International pada 2 Mei 2017 menyebutkan pihaknya telah mendapat izin untuk mengoperasikan Bandar Udara Raja Abdul Aziz baru selama 20 tahun.

Pesawat Saudi Arabian Airlines. (Arabian Business)

Saudi Arabian Airlines tidak lagi dapat subsidi

Maskapai ini berencana lakoni IPO sebelum akhir 2020.

Sekumpulan unta di sebuah gurun di Yordania. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Perusahaan UEA bikin susu unta buat bayi

Bisa dikonsumsi bayi berusia 1-3 tahun, terutama yang alergi terhadap susu formula berbahan dasar susu sapi.





comments powered by Disqus