bisnis

Kuwait negara terburuk bagi ekspatriat buat tinggal dan bekerja

Di Arab Saudi, 49 persen pekerja asing kesulitan beradaptasi dengan budaya setempat.

21 Oktober 2015 01:05

Kuwait terpilih sebagai negara paling tidak disukai oleh kaum ekspatriat buat tinggal dan bekerja.

Hasil jajak pendapat global bertajuk The Expat Insider 2015 menempatkan Kuwait di posisi buncit dalam daftar 64 negara. Survei ini melibatkan lebih dari 14.300 pekerja asing asal 170 negara dan tinggal di 195 negara.

Kalangan ekspatriat juga memandang buruk Arab Saudi. Negara Kabah ini berada di posisi ke-61, disusul Qatar pada peringkat 54.

Poling itu dipuncaki oleh Ekuador, diikuti Meksiko dan Malta. Pertanyaan diajukan meliputi pengalaman para pekerja asing mengenai kualitas hidup, kemudahan tinggal, bekerja di luar negeri, kehidupan keluarga, keuangan pribadi, dan biaya hidup.

Negara Arab di Teluk Persia paling disukai kaum ekspatriat adalah Bahrain, berada di rangking ke-17, diikuti UEA (19) dan Oman (24).

Di UEA, hasil survei menunjukkan tiga perlima dari seluruh pekerja asing di negara itu puas dengan pekerjaan mereka. Sebanyak 62 persen lainnya merasa karier mereka menjanjikan. Lima dari sembilan ekspatriat di UEA juga senang dengan kondisi keuangan mereka, namun 42 persen menilai biaya hidup di negara itu kemahalan.

Di Arab Saudi, 49 persen pekerja asing kesulitan beradaptasi dengan budaya setempat.

Menteri Keuangan Bahrain Syekh Ahmad bin Muhammad al-Khalifah. (Arabian Business)

Bahrain akan berlakukan VAT akhir tahun ini

Bahrain bakal kembali mengurangi subsidi atas bahan bakar, makanan, dan jasa.

Bandar Udara Raja Abdul Aziz baru di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Arab News)

Saudi batalkan kesepakatan dengan Changi buat kelola bandar udara baru di Jeddah

Changi Airports International pada 2 Mei 2017 menyebutkan pihaknya telah mendapat izin untuk mengoperasikan Bandar Udara Raja Abdul Aziz baru selama 20 tahun.

Pesawat Saudi Arabian Airlines. (Arabian Business)

Saudi Arabian Airlines tidak lagi dapat subsidi

Maskapai ini berencana lakoni IPO sebelum akhir 2020.

Sekumpulan unta di sebuah gurun di Yordania. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Perusahaan UEA bikin susu unta buat bayi

Bisa dikonsumsi bayi berusia 1-3 tahun, terutama yang alergi terhadap susu formula berbahan dasar susu sapi.





comments powered by Disqus