bisnis

IMF perkirakan Arab Saudi bisa bangkrut dalam lima tahun

Arab Saudi rugi hampir US$ 73 miliar akibat melemahnya harga minyak mentah dunia

24 Oktober 2015 22:25

IMF (Dana Moneter Internasional) dalam laporan terbarunya memperkirakan Arab Saudi dalam lima tahun bisa bangkrut. Sebab melorotnya harga minyak terus menggerus cadangan devisa negara Kabah itu.

Dalam Survei Ekonomi dan Keuangan Dunia dilansir saban Oktober, IMF bilang Arab Saudi tahun ini bakal mengalami defisit anggaran 21,6 persen dari produk domestik bruto dan 19,4 persen tahun depan.

Negeri Dua Kota Suci itu sekarang memiliki cadangan devisa US$ 654,5 miliar atau kini setara Rp 8.913,6 triliun. Namun ini bisa habis dalam waktu cepat.

SAMA (Badan Moneter Arab Saudi) sudah menarik US$ 70 miliar dananya di luar negeri untuk menutupi defisit. Arab Saudi juga rugi hampir US$ 73 miliar akibat melemahnya harga minyak mentah dunia, seperti dilansir Al-Jazeera. Sekitar 90 persen pendapatan negara ini memang berasal dari penjualan minyak.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz awal tahun ini menghabiskan anggaran US$ 32 miliar untuk membagikan bonus kepada seluruh pensiunan dan pegawai negeri. Kebijakan itu diambil untuk merayakan penobatannya sebagai penguasa.

Tahun ini pun Saudi melewati Rusia dalam hal belanja militer, yakni US$ 80,8 miliar. Sebagian besar dipakai buat mengongkosi perang di Yaman, diluncurkan sejak Maret lalu.

Al-Jazeera melaporkan terus menurunnya harga emas hitam bakal membuat Saudi memotong subsidi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi akan bebas dari defisit pada 2023

prediksi defisit tahun depan sebesar 195 miliar riyal (US$ 52 miliar),

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arab News)

Saudi akan berlakukan VAT atas bensin mulai 2018

Arab Saudi berencana menerapkan VAT atas layanan transportasi lokal dan layanan administrasi di bank.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

IMF desak Saudi tidak terburu-buru dalam mereformasi ekonomi

Arab Saudi akan memperoleh pendapatan kotor US$ 67,7 miliar setahun pada 2020 dari kenaikan bahan bakar dan listrik.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Arab Saudi segera terbitkan obligasi internasional ketiga buat atasi defisit

Negara Kabah itu diperkirakan mengalami defisit US$ 53 miliar tahun ini.





comments powered by Disqus