bisnis

Harga minyak bakal naik menjadi US$ 60,2 di 2017

Produksi minyak Amerika akan jatuh hingga 0,4 juta barel per hari dari 2015 ke 2016.

25 Oktober 2015 20:25

Harga minyak mentah dunia akan stabil di harga US$ 55 per barel tahun depan sebelum melonjak ke angka US$ 60,2 tiap barel, menurut hasil analisa QNB (Bank Nasional Qatar).

QNB bilang kelebihan pasokan minyak sejak permulaan tahun lalu mengakibatkan melorotnya harga emas hitam ini. QNB memperkirakan harga bakal stabil bila persediaan melimpah di pasaran sudah habis, seperti dilansir Qatar News Agency.

Pasar minyak, seperti pasar komoditas lainnya, memiliki kecenderungan untuk menyesuaikan harga mengikuti jumlah pasokan. QNB mengklaim proses penyesuaian harga itu sedang berlangsung sebab rendahnya harga minyak mendorong tingginya permintaan, sehingga persediaan di pasaran kian menipis.

Dalam laporannya, QNB menekankan produksi minyak Amerika Serikat bertahan meski harga minyak mentah global melorot, kini di kisaran US$ 50 tiap barel.

Mengutip data dari EIA (Badan Informasi Energi Amerika Serikat), QNB menjelaskan saat ini produksi minyak Amerika terus menurun di tujuh ladang minyak paling produktif milik mereka.

QNB mengatakan IEA (Badan Energi Internasional) sudah menduga produksi minyak Amerika akan jatuh hingga 0,4 juta barel per hari dari 2015 ke 2016.

Menteri Energi, Industri dan Suymber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Lobi Putin dan kesepakatan OPEC

Indonesia membekukan keanggotaannya di OPEC.

Khalid al-Falih, Chairman Saudi Aramco sekaligus Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi. (Arab News)

OPEC sepakati pengurangan produksi minyak

Kesepakatan ini berlaku mulai Januari 2017.

Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali an-Naimi. (BBC)

Arab Saudi dan Rusia sepakat tetapkan batas produksi minyak

Level produksi Januari tahun ini menjadi batas produksi selanjutnya.

Emir Kuwait Syekh Sabah al-Ahmad as-Sabah. (The Iran Project)

Kuwait prediksi defisit melonjak hampir 50 persen

Kementerian Keuangan memperkirakan pendapatan negara sebesar 7,4 miliar dinar dan belanja 18,9 miliar dinar.





comments powered by Disqus